GMNI Batam Gelar Konfercab ke-9, Alwi Djaelani Terpilih sebagai Ketua Baru
Alwi Djaelani Ketua GMNI Kota Batam Periode 2025-2027, saat berfoto bersama pengurus yang baru terpilih Foto : Tommy Purniawan
Batam, Batamnews – Gedung Dispora Kota Batam menjadi saksi momentum regenerasi kepemimpinan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Batam dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-9, Sabtu, 28 Juni 2025 sore.
Forum demokratis ini dihadiri oleh kader GMNI se-Batam, perwakilan Cipayung Plus, dan BEM Kota Batam, serta mengukuhkan Alwi Djaelani sebagai Ketua DPC GMNI Batam periode 2025–2027.
Alwi Djaelani, mahasiswa FISIPOL Komisariat Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), resmi menggantikan Diki Chandra (FKIP UNRIKA) yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Dalam pidato pertamanya, Alwi menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar suksesi, melainkan babak baru perjuangan intelektual dan organisasi.
Baca juga: Nathan Geraldo Tan Pimpin Fokusmaker Kepri 2025-2028, Fokus Majukan UMKM
Mengusung tema “Meneguhkan Ideologi Marhaenisme dalam Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian”, konferensi ini menekankan konsistensi GMNI sebagai organisasi kader yang berpegang pada prinsip ideologis di tengah tantangan pragmatisme.
“Konfercab ke-9 adalah amanah besar. GMNI Batam harus menjadi kawah candradimuka pergerakan mahasiswa—berjuang untuk rakyat sesuai AD/ART,” tegas Alwi.
Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Muhammad Ageng Dendy Setiawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya Konfercab sebagai ruang dialektika ide dan regenerasi bermartabat.
“Ini bukan ajang pragmatisme, melainkan pertarungan konsep politik Marhaenis. GMNI harus tetap menjadi benteng ideologi,” ujarnya.
Ageng juga menyoroti tantangan kaderisasi di kampus, mendorong GMNI untuk menjadi pelopor gerakan mahasiswa yang substansial, bukan sekadar populis.
Ketua Panitia Konfercab, Fachrul Anwar, menyatakan acara ini sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
Baca juga: Ismed Safriady Kembali Pimpin DPW ASDEKI Kepri Usai Terpilih di Muswil ke-2
“Kami berharap ketua terpilih dapat membawa GMNI Batam ke arah progresif dan revolusioner. Kita adalah pengawal kemerdekaan rakyat Marhaen,” ujarnya.
Sementara itu, Diki Chandra, ketua sebelumnya, menyampaikan ucapan selamat dan refleksi atas kepemimpinannya.
“Ini adalah amanah, bukan hadiah. Semoga rekomendasi dari forum ini ditindaklanjuti dengan serius,” kata Diki seraya berterima kasih kepada seluruh kader dan alumni.
Konfercab ke-9 GMNI Batam menandai babak baru perjuangan kader muda dalam mengaktualisasikan Marhaenisme di tengah dinamika zaman. Di bawah kepemimpinan Alwi Djaelani, GMNI Batam ditantang untuk memadukan keteguhan ideologi, inovasi gerakan, dan militansi kader.
Komentar Via Facebook :