Kapolresta Barelang Ingatkan Waspada Modus Kejahatan COD, Korban Disekap dan Dirampok

Kapolresta Barelang Ingatkan Waspada Modus Kejahatan COD, Korban Disekap dan Dirampok

Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin, didampingi Kasat Reskrim AKP Debby Tri Andestian. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Modus kejahatan dengan kedok transaksi cash on delivery (COD) kini menjadi tren baru yang digunakan pelaku kriminal untuk menjebak korban. Menanggapi maraknya kejadian ini, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi COD, terutama dengan orang yang tidak dikenal.

Peringatan tersebut disampaikan Zaenal menyusul pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh sindikat pelaku yang memanfaatkan modus COD untuk menjebak korbannya. Dalam kasus terbaru yang ditangani Satuan Jatanras Polresta Barelang, korban disekap, dipukuli, dan seluruh barang berharganya dirampas.

"Modus ini terbilang baru, kita himbau masyarakat agar hati-hati saat melakukan transaksi COD," ujarnya, Kamis, 12 Juni 2025 siang.

Zaenal mengatakan, bagi masyarakat yang akan melakukan transaksi dengan cara COD, agar tidak menggunkaan perhiasan berlebihan supaya tidak memancing tindak kejahatan dan juga transaksi diupayakan di tempat yang aman.

"Kalau tidak memungkinkan keamanan dan kenyamanan, agar tidak melakukan transaksi," ujarnya.

Selain itu, sambung Zaenal, jika meragukan dengan orang baru yang akan ditemui saat transaksi COD, agar membawa teman atau keluarga sebelum melakukan transaksi.

Kasus yang baru saja diungkap, berawal atas laporan Febi Febriyani ke SPKT Polresta Barelang, pada Rabu, 4 Juni 2025 lalu. Dalam laporannya, korban mengaku melakukan COD dengan pelaku di halte Kepri Mall. Saat bertemu dengan korban, pelaku menanyakan lokasi ATM terdekat dan korban naik ke atas mobil dengan tujuan ke ATM.

Namun, saat itu di dalam pelaku sudah ada enam orang lainnya dan saat korban masuk kedalam mobil, bukannya menuju ATM tetapi korban dibawa oleh pelaku menuju Punggur. Dalam perjalanan, korban mengalami kekerasan fisik oleh kawanan pelaku dan HP korban juga diambil paksa oleh pelaku.

Selama melakukan kekerasan, salah seorang pelaku juga mengaku anggota kepolisian sehingga korban tak berani melakukan perlawanan. Lalu korban diturunkan oleh pelaku di sekitar Batamkota.

Dengan adanya kejadian ini, Zaenal menghimbau, agar tidak melakukan transaksi COD ditempat yang rawan dan tidak memungkinkan, apalagi di tempat yang gelap dan dianggap rawan.

"Lebih baik, jika ingin menjual HP agar ke konter tidak dengan cara COD," himbau Zaenal.

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :