Pilkades PAW Desa Panggak Darat di Lingga Memasuki Tahap Visi-Misi, Warga Harap Calon Pahami Teknis Pemerintahan Desa
Dua calon Kades Panggak Darat saat proses pencabutan nomor urut beberapa waktu lalu. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews – Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, telah memasuki tahapan penting yakni penyampaian visi dan misi dari para calon kepala desa. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Panggak Darat pada Selasa malam, 10 Juni 2025, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat serta warga setempat.
Dua calon bersaing dalam Pilkades PAW ini, yakni Parmuzi (nomor urut 1) dan Syahrani (nomor urut 2). Keduanya diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi masing-masing di hadapan publik sebagai bagian dari proses demokrasi desa yang transparan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Lingga Abdul Malik, Ketua BPD Panggak Darat, Pj Kades Panggak Darat, dan sejumlah tokoh masyarakat serta warga desa.
Salah satu warga yang turut memberikan pandangannya adalah Hendra, pria kelahiran Desa Panggak Darat yang juga menjabat sebagai Camat Temiang Pesisir. Ia menyambut baik adanya forum penyampaian visi dan misi tersebut, namun menekankan pentingnya pemahaman teknis dari calon kades, bukan hanya sekadar retorika.
"Visi dan misi itu kan keinginan dan cara bagaimana kita mewujudkan nya, akan tetapi belum tentu bisa diimplementasikan, alangkah baiknya kalau kita lebih fokus ke hal teknis. Misalnya, sejauh mana calon kades memahami peraturan dan Undang-Undang yg mengatur Desa," ujar Hendra saat ditemui usai acara.
Hendra juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menentukan pilihan. Ia menekankan pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan desa, mampu menjalin komunikasi lintas kelompok, serta memiliki kemampuan manajerial yang baik, terutama dalam mengelola potensi ekonomi desa seperti koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Saya hanya memberi pandangan agar tiga tahun ke depan tidak tejadi hal yg sama atau terjadi pengunduran diri dikarena ketidakmampuan memanajemen pemerintahan Desa. Pilihlah pemimpin yang merakyat, bisa berbaur dengan pemuda, tokoh agama, dan masyarakat luas. Jangan yang cuma pintar bicara," tegasnya.
Lebih lanjut, Hendra menyampaikan pesan kepada calon yang nantinya terpilih agar memiliki sikap terbuka, komunikatif, dan mampu memisahkan persoalan pribadi dari tugas sebagai pemimpin masyarakat.
"Pemimpin itu harus mudah diajak komunikasi, punya jiwa kepemimpinan, dan tidak membawa-bawa masalah pribadi dalam menjalankan tugas," tambahnya.
Sebagai informasi, Pilkades PAW Desa Panggak Darat dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2025, menyusul pengunduran diri kepala desa sebelumnya. Saat ini, jabatan kepala desa diisi oleh pejabat pengganti sementara hingga terpilihnya kades definitif.
Pilkades ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian pemimpin, tetapi juga sebagai momentum pembenahan dan pembangunan desa yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan.

Komentar Via Facebook :