Sidang Hukuman Mati Satria Nanda Berakhir Haru, Air Mata Mengalir di Ruang Pengadilan
Satria Nanda bacakan pembelaan Suasana haru dan mencekam menyelimuti ruang sidang utama Pengadilan Negeri Kota Batam.
Batam, Batamnews - Suasana haru dan mencekam menyelimuti ruang sidang utama Pengadilan Negeri Kota Batam pada Senin, 2 Juni 2025 sore.
Sidang yang seharusnya berlangsung formal dengan pembacaan pledoi berubah menjadi momen emosional ketika terdakwa hukuman mati, Kompol Satria Nanda—mantan Kepala Satuan Narkoba Polresta Barelang—menyampaikan pesan terakhir untuk anak dan istrinya.
Ruang persidangan yang biasanya dipenuhi suara keras pasal-pasal hukum kali ini menjadi saksi bisu kepedihan seorang ayah dan suami.
Satria Nanda, yang menghadapi dakwaan penjualan barang bukti sabu-sabu, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan pesan untuk keluarganya.
Baca juga: Propam Polresta Barelang Gelar Tes Urine Mendadak di Polsek Batam Kota, Ini Hasilnya!
Dengan suara bergetar dan air mata yang mengalir deras, perwira polisi berusia 45 tahun itu terlihat sangat terpukul.
Beberapa kali ia terpaksa berhenti berbicara karena isak tangis yang tak tertahankan. Bahkan hakim dan jaksa yang hadir tampak terenyuh menyaksikan pemandangan yang menyayat hati tersebut.
Dalam pesan penuh emosi, Satria Nanda menyampaikan penyesalan dan kerinduan mendalam kepada keluarganya:
"Aku titipkan anak-anak kepadamu. Jangan pernah berhenti berdoa kepada Allah SWT. Perkara ini sudah selesai, dan kita akan bertemu kembali. Kalian adalah segalanya bagi Bapak."
Pesan yang terputus-putus oleh tangis itu dilanjutkan dengan kata-kata semakin memilukan:
"Untuk anak-anakku sayang, teruslah berjuang. Bapak tidak pernah terlibat dalam hal seperti ini. Semoga waktu akan membuktikan kebenaran yang sesungguhnya."
Satria Nanda juga menyampaikan penyesalan atas ketidakhadirannya dalam kehidupan anak-anaknya selama proses hukum berlangsung:
"Anak-anakku, kalian selalu ada di hati Bapak. Mereka yang kecil itu selalu membimbing Bapak. Sudah setahun lebih Bapak hilang dari kehidupan kalian."
Baca juga: Tiga Tahun Menanti Keadilan, Jimson Silalahi Desak Kasus Penganiayaan Dibuka Kembali
Pesan terakhirnya nyaris tak terkendali, menggambarkan betapa berat beban yang dipikul seorang ayah yang harus berpisah dari anak-anaknya:
"Bapak berusaha kuat, Bapak bisa melewati ini. Bapak akan menjemput... Bapak akan menjemput..."
Seluruh ruang sidang larut dalam suasana haru. Beberapa hadirin, termasuk wartawan, tampak terisak menyaksikan momen menyentuh itu. Suara tangis Satria Nanda bergema di ruang yang biasanya kaku dan formal, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.
Komentar Via Facebook :