Rusli Kurniawan: Pelari Ultra, Vegan, dan Pembawa Misi Kemanusiaan
Rusli Kurniawan Saat Ultramarathon 100 KM di NTB dok Yayasan Plan International Indonesia
Batam, Batamnews - Di balik tubuh bugar dan langkah-langkah mantap yang menapaki rute ultra marathon sepanjang puluhan bahkan ratusan kilometer, terdapat prinsip hidup yang kuat dan hati yang penuh kepedulian. Itulah Rusli Kurniawan, seorang pelari asal Batam yang telah lebih dari dua dekade menjalani hidup sebagai vegan, dan lebih dari sekadar berlari, ia berlari untuk membawa perubahan.
Olahraga bukan sekadar rutinitas bagi Rusli. Sejak kecil, ia gemar beraktivitas fisik. Bukan olahraga tim seperti sepak bola atau bulu tangkis yang menarik perhatiannya, melainkan aktivitas yang bisa ia lakukan sendiri: berenang, bersepeda, dan kemudian berlari.
“Dari kecil saya lebih suka bermain sendiri, dan permainan saya itu ya olahraga,” katanya sambil tersenyum.
Gairah olahraganya bertumbuh, menjelma menjadi sesuatu yang lebih besar ketika ia menemukan arti baru dari aktivitas fisik yakni misi sosial lewat berlari.
Lari-lari kecil yang Rusli jalani itu kemudian menjadi perjalanan panjang. Dari satu komunitas ke komunitas lain, dari satu kota ke desa-desa tua di Batam, hingga akhirnya menempuh 110 kilometer dalam satu waktu. Namun, bukan hanya jarak yang ditempuh Rusli. Dalam setiap langkahnya, ia membawa semangat untuk memberi. “Kita mulai bantu kampung-kampung yang kita lalui. Lari jadi punya makna lebih.”
Pada 2020, Rusli mengenal Jelajah Timur – Run for Equality, inisiatif dari Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) yang bertujuan mendukung kesetaraan dan akses air bersih di Nusa Tenggara Timur. Sejak 2023, ia dapat hadir secara langsung di jalur lari Kupang–Soe. Baginya, Jelajah Timur adalah panggilan hati.
"Lari ini bukan soal ambisi, tapi misi. Kita menunjukkan kesungguhan kita pada para donatur. Lari jauh itu cara kita membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh ingin membawa perubahan," ujar.
Pelari Ultramarathon dengan Gaya Hidup Vegan
Rusli bukan hanya pelari ultra biasa. Ia seorang vegan yang konsisten sejak 2002. Pola makan tanpa daging, tanpa susu, bahkan tanpa bawang, ia jalani dengan penuh kesadaran. Berangkat dari keyakinan spiritual, ia kemudian mendalaminya secara ilmiah dan ekologis.
“Saya sadar, kalau kita makan hewan, berarti kita ikut mendorong peternakan masif yang merusak lingkungan. Tapi kalau kita makan tumbuhan, kita mendukung pertanian yang justru menyelamatkan bumi,” jelasnya.
Konsistensi Rusli menjalani pola hidup sehat tidak hanya membuat tubuhnya tetap prima, tapi juga membuatnya siap kapan saja untuk berlari.
“Kalau minggu depan ada yang tantang lari 100 kilo demi bantu bangun fasilitas air bersih, saya siap. Karena saya sudah jaga tubuh saya untuk itu. Kita harus siap secara fisik dan hati.”
Ia percaya, semakin besar tantangan, semakin besar pula dampaknya jika dibarengi niat baik. “Ultra marathon bukan untuk semua orang. Tapi justru karena itu, kita gunakan sebagai alat untuk mengetuk hati orang-orang yang ingin berbagi. Kita tunjukkan bahwa kita serius,” tegasnya.
Rusli Kurniawan membuktikan bahwa langkah kaki bisa menjadi kekuatan besar jika disatukan dengan hati dan misi. Ia tidak hanya berlari melintasi jalur-jalur alam yang berat, tapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik. Dalam keheningan hutan, panasnya aspal, atau sepi malam ultra run, Rusli terus berlari, bukan untuk mengejar waktu, tapi untuk menyusul harapan.
Kini, Rusli tengah bersiap untuk mengikuti Run for Charity – Maybank Marathon 2025. Lagi-lagi ia tak hanya lari, namun sembari menggalang donasi demi membantu mengalirkan air bersih ke pelosok negeri.
Komentar Via Facebook :