Viral! Kapal Nelayan Anambas Hancur Berkeping Dihantam Ombak di Tanjung Biawak
Tangkapan layar kapal pompong hancur dihantam gelombang di Anambas.
Anambas, Batamnews – Sebuah kapal pompong milik warga hancur berkeping-keping setelah dihantam ombak besar dan angin kencang di perairan Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis, 29 Mei 2025.
Musibah terjadi ketika kapal tersebut terseret arus dan menghantam batu karang di sekitar Tanjung Biawak, tepatnya di depan Pulau Ipan.
Kapal yang dikemudikan seorang nelayan Desa Landak itu sedang dalam perjalanan pulang dari Letung usai mengambil es balok untuk pengawet ikan.
Baca juga: Kerja Tak Kenal Lelah! Li Claudia Pantau Langsung Pembongkaran Reklame Ilegal di Batam
Mereka berangkat sekitar pukul 10.00 WIB, namun 35 menit kemudian, mesin pompong mengalami kerusakan akibat pipa minyak yang patah. Kru kapal pun berlabuh sambil menunggu bantuan.
Namun, sekitar 20 menit berselang, angin kencang dari arah barat disertai gelombang tinggi menerjang lokasi tersebut.
Tali jangkar tidak mampu menahan hempasan ombak, sehingga kapal terseret dan menghantam karang di pesisir Pulau Ipan. Benturan keras dan terjangan ombak menyebabkan pompong hancur total dan tenggelam di tempat kejadian.
Kepala Desa Landak, Amirullah, membenarkan insiden tersebut. "Benar, pompong itu sedang dalam perjalanan pulang setelah mengambil es balok dari Letung. Saat mesin rusak, mereka berusaha bertahan, tapi cuaca ekstrem datang tiba-tiba. Kapal tidak bisa diselamatkan," ujarnya.
Diketahui, pompong tersebut bukan milik nelayan yang mengemudikannya, melainkan disewa dari warga lain. Akibatnya, nelayan tersebut harus menanggung kerugian atas tenggelamnya kapal.
Baca juga: Cuaca Buruk Hentikan Pelayaran di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kapal ke Batam & Daik Terlambat
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi nelayan Anambas akan bahaya cuaca ekstrem, terutama di musim angin barat yang kerap tak terduga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai evakuasi bangkai kapal atau bantuan pemerintah setempat. Warga berharap adanya dukungan bagi nelayan yang mengalami musibah ini.
Komentar Via Facebook :