Muhammad Saputra Ginting, Bocah yang Dianiaya Bapak Tiri Ngaku Dianiaya Pakai Pisau
Korban pembacokan, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Camatha Sahidya Foto: Tommy Purniawan
Batam, Batamnews – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah bernama Muhammad Saputra Ginting (6) semakin memprihatinkan. Bocah malang itu mengaku dianiaya oleh ayah tirinya menggunakan senjata tajam.
Saat ditemui pihak kepolisian dan tenaga medis, Saputra menyebut dirinya sempat dipukul dan dilukai menggunakan pisau. Luka robek di bagian kepala yang membutuhkan delapan jahitan diduga akibat kekerasan tersebut.
“Dia cerita sambil menangis, katanya dipukul dan dianiaya pakai pisau,” ujar salah satu petugas yang menangani kasus ini.
Peristiwa memilukan ini terungkap setelah Saputra ditemukan telantar di ruang UGD Rumah Sakit Camatha Sahidya, Kota Batam, selama tiga hari tanpa pendampingan orang tua. Kondisinya saat ditemukan sangat memprihatinkan.
Polisi kemudian memanggil kedua orang tuanya untuk dimintai keterangan. Sang ibu, Sri Rahayu (28), tampak tak kuasa menahan tangis di hadapan suaminya, Camay (31), yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.
Hingga kini, pihak Polsek Sei Beduk masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan alat bukti yang menguatkan pengakuan korban. Perlindungan terhadap korban juga telah diambil alih oleh instansi terkait.
Polsek Sei Beduk menyatakan pihaknya serius menangani kasus ini dan akan memastikan korban mendapatkan keadilan. “Kami sedang kumpulkan keterangan saksi dan bukti lainnya. Jika benar ada unsur pidana, akan kami proses tegas,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk, Iptu Alex.
Kasus ini memicu kemarahan publik, terutama setelah video dan foto korban tersebar di media sosial. Banyak pihak meminta perlakuan hukum maksimal bagi pelaku kekerasan terhadap anak.
Komentar Via Facebook :