CCTV Asrama MTSN 1 Batam Diduga Rusak Saat Terjadi Pengeroyokan, Orang Tua Korban Pertanyakan Transparansi Sekolah

CCTV Asrama MTSN 1 Batam Diduga Rusak Saat Terjadi Pengeroyokan, Orang Tua Korban Pertanyakan Transparansi Sekolah

CCTV (Foto: Pexels)

Zuhri Muhammad

Batam, Batamnews – Kasus dugaan pengeroyokan siswa kelas 1 MTSN 1 Batam, Vanza Prayoga Alfaros, kini memasuki babak baru. Selain menuntut keadilan atas luka serius yang dialami sang anak, orang tua korban juga mempertanyakan transparansi pihak sekolah dan asrama, terutama terkait keberadaan rekaman kamera pengawas (CCTV).

Menurut keterangan ibu korban, Rosi Sepriyani, pihak sekolah menyampaikan bahwa CCTV di lingkungan asrama sedang dalam kondisi rusak saat kejadian terjadi pada Selasa, 22 April 2025. Hal itu membuat tidak adanya rekaman visual yang bisa menjadi alat bukti penting dalam penyelidikan.

“Sekolah bilang CCTV rusak. Ini sangat tidak masuk akal, karena anak saya tinggal di asrama dan mengalami pengeroyokan parah. Kalau benar rusak, kenapa tidak ada langkah perbaikan atau laporan sebelumnya?” tegas Rosi saat ditemui awak media.

Pentingnya Rekaman CCTV dalam Kasus Kekerasan

Rusaknya sistem CCTV dinilai mengaburkan proses pengungkapan fakta dan menyulitkan aparat penegak hukum dalam menelusuri pelaku pengeroyokan. Padahal, menurut laporan yang telah dibuat ke Polresta Barelang pada 25 April 2025, terdapat sekitar 16 siswa yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“Kalau ada CCTV aktif, kami tidak perlu menebak-nebak siapa pelakunya. Bukti bisa langsung terlihat. Tapi sekarang, semuanya hanya berdasarkan keterangan lisan,” tambah Rosi dengan nada kecewa.

Khawatir Ada Unsur Pembiaran

Keluarga korban juga menyayangkan bahwa pihak sekolah baru menghubungi mereka dua hari setelah kejadian, yakni Kamis, 24 April, saat kondisi Vanza memburuk dan harus dibawa ke RS Budi Kemuliaan. Di sana diketahui bahwa tulang bahu kanan korban patah dan bengkok, serta mengalami lebam di sekujur tubuh bagian kanan.

“Kami jadi khawatir, jangan-jangan ada upaya pembiaran atau bahkan penutupan kasus ini. Apalagi, pelaku disebut sudah kelas 9 dan kini libur usai ujian. Sementara anak saya masih trauma dan sakit,” jelas Rosi.

Permintaan Keluarga: Usut CCTV dan Lindungi Siswa

Pihak keluarga meminta penyelidikan serius terhadap sistem pengawasan di asrama, termasuk memverifikasi benar tidaknya kondisi rusaknya CCTV seperti yang diklaim pihak sekolah.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas, dan jangan sampai anak-anak lain menjadi korban berikutnya hanya karena pengawasan yang lemah,” tutup Rosi.

Kasus ini telah dilaporkan ke polisi, dan saat ini dalam proses penyidikan oleh Satreskrim Polresta Barelang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :