Pengakuan Mengejutkan Pelaku dalam Video Cekikan Balita: "Saya Depresi, Saya Emosi"
Pemilik Akun M
Batam, Batamnews - Setelah video viral yang memperlihatkan seorang wanita diduga mencekik balita di atas motor mengejutkan publik, sosok pelaku akhirnya angkat bicara.
Dalam pernyataan yang diterima redaksi Batamnews, wanita bernama (M) mengaku bahwa aksinya dipicu oleh tekanan emosional dan masalah rumah tangga.
(M) mengungkapkan bahwa ia sedang hamil anak kedua dan mengalami tekanan psikologis berat akibat perilaku pasangannya yang masih "gila perempuan".
Baca juga: Diduga Video Kekerasan Anak di Batam, Kepala Balita Dijedotkan ke Motor Pelaku Tutup Akun
Frustrasi karena hubungan mereka bermasalah, ia mengaku emosi, terutama karena rencana pernikahan mereka pada Juli 2025 terancam gagal.
"Saya emosi karena ayah anak saya buat saya sakit hati. Saya sedang hamil satu bulan, dan dia masih seperti itu. Saya capek nahan dari kemarin," ujarnya.
Terkait video yang beredar, (M) mengakui meletakkan tangannya di leher anaknya agar si anak menangis, dengan harapan sang ayah datang dan mau berbicara baik-baik.
"Di video memang saya cekik, tapi awalnya cuma buat nangis. Saya taruh tangan ke lehernya supaya ayahnya datang. Tapi dia malah blokir saya," jelasnya.
Ia menyesali tindakannya namun membantah berniat menyakiti anaknya.
"Kalau saya benar-benar aniaya, pasti anak saya sudah lebam atau luka. Tapi tidak ada. Saya cuma ancam biar suami saya mau datang dan tenangkan saya."
Insiden semakin memanas saat (M) mendatangi tempat tongkrongan sang ayah. Alih-alih berdialog, ia justru dimaki dan anaknya hampir direbut paksa oleh keluarga pihak pria.
"Saya bawa anak saya malam-malam supaya dia mau ngomong. Tapi dia malah maki-maki saya. Waktu anak saya mau diambil paksa rame-rame, saya kehilangan kendali. Mereka mancing saya buat emosi."
Baca juga: Anak 4 Tahun Dibacok dan Terlantar di RS Camatha Sahidya, Orangtua Hilang
(M) siap bertanggung jawab tetapi meminta publik memahami bahwa tindakannya adalah luapan emosi, bukan kekerasan sungguhan.
"Tolong dihapus videonya atau diklarifikasi. Saya siap disalahkan, tapi mohon dipahami, saya nggak benar-benar aniaya anak saya."
Anak dalam video tersebut berusia sekitar 1,5 tahun. Kasus ini kini menjadi sorotan warganet dan terus dipantau perkembangan hukumnya.
Redaksi Batamnews masih menelusuri kasus ini dan membuka ruang klarifikasi dari semua pihak terkait. Jika Anda memiliki informasi tambahan, silakan hubungi tim redaksi.

Komentar Via Facebook :