Ribuan Driver Online Batam Akan Gelar Aksi Damai 20 Mei, Desak Aplikator Ikuti Aturan Tarif

Ribuan Driver Online Batam Akan Gelar Aksi Damai 20 Mei, Desak Aplikator Ikuti Aturan Tarif

Driver ojol demo di kantor DPRD Batam beberapa waktu lalu

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Ribuan driver ojek online di Kota Batam siap turun ke jalan dalam aksi damai bertajuk Aksi 205 pada Senin, 20 Mei 2025. Aksi ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dan digelar serentak di 14 kota besar di Indonesia sebagai bentuk protes nasional terhadap kebijakan aplikator yang dianggap tidak berpihak pada mitra pengemudi.

Di Batam, aksi digerakkan oleh Komunitas Andalan Driver Online (Komando) dan Aliansi Driver Online Batam (Adob), serta didukung lebih dari selusin komunitas pengemudi roda dua dan empat.

“Kami jadikan 20 Mei sebagai momentum kebangkitan transportasi online. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kebijakan aplikator yang semakin memberatkan driver,” ujar Feryandi Tarigan, Ketua Komando Batam, Minggu (18/5/2025).

6 Titik Aksi dan Tuntutan Utama

Massa aksi akan mendatangi enam titik strategis, yaitu:

  1. Kantor Grab Batam

  2. Kantor Gojek

  3. Kantor Maxim

  4. Kantor DPRD Kota Batam

  5. Kantor Wali Kota Batam

  6. Kantor Perwakilan Gubernur Kepri di Batam

Mereka membawa lima tuntutan utama:

  • Aplikator wajib mengikuti SK Gubernur Kepri No. 1080 dan 1113 Tahun 2024 tentang tarif resmi transportasi online.

  • Hapus program Grab Hemat dan GoFood Goceng yang dianggap menekan penghasilan driver.

  • Batasi potongan aplikator maksimal 10 persen dari tarif yang dibayarkan penumpang.

  • Hentikan pemasangan stiker Maxim yang menyulitkan driver baru atau mobil baru mendapatkan order.

Feryandi mencontohkan, dalam praktiknya, potongan aplikator bisa mencapai 20–25 persen. “Kalau tarif Rp9.000, driver hanya terima Rp6.000. Ini jelas memberatkan kami,” tegasnya.

Aksi Damai dan Offbid Massal

Aksi ini juga diikuti dengan gerakan offbid atau mematikan aplikasi secara massal mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Para driver tidak akan mengambil order selama aksi sebagai bentuk solidaritas.

“Ini bukan untuk mengganggu masyarakat, tapi perjuangan demi keadilan. Kami mohon maaf jika layanan terganggu sementara waktu,” kata Feryandi.

Para driver berharap pemerintah dan pihak aplikator merespons tuntutan ini demi memperbaiki ekosistem transportasi online yang lebih adil dan berkelanjutan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :