ALFI Batam dan BP Batam Perkuat Keselamatan Kendaraan di Pelabuhan Batuampar
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kota Batam menggelar diskusi strategis bersama BP Batam, BPTD Kepri, Dinas Perhubungan, dan Polresta Barelang dalam rangka Sosialisasi Keselamatan Kegiatan di Dalam Pelabuhan Batuampar. Acara ini berlangsung di Hotel GGI Batam, Selasa (6/5/2025). (foto. istimewa).
Batam, Batamnews – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kota Batam menggelar diskusi strategis bersama BP Batam, BPTD Kepri, Dinas Perhubungan, dan Polresta Barelang dalam rangka Sosialisasi Keselamatan Kegiatan di Pelabuhan Batuampar.
Acara ini berlangsung di Hotel GGI Batam dengan fokus utama pada penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Ketua DPC ALFI Batam, Yasser Hadeka Daniel, menegaskan pentingnya keselamatan di kawasan pelabuhan, terutama dengan meningkatnya aktivitas kendaraan berat di area tersebut.
Baca juga: SMPN 28 Batam Diterjang Banjir Parah, Ruang Guru dan Kelas Terendam
"Kami ingin menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan KIR dan larangan kendaraan ODOL sangat penting demi kelancaran dan keselamatan operasional di Pelabuhan Batuampar," ujar Yasser.
Ia menyoroti bahwa mayoritas kendaraan yang beroperasi di pelabuhan tersebut merupakan milik perusahaan asal Singapura. Meski demikian, kendaraan-kendaraan tersebut tetap wajib mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.
"Kami minta tidak ada lagi kendaraan ODOL dan tidak layak jalan berkeliaran di pelabuhan. Ini demi keselamatan dan kelancaran distribusi barang," tegasnya.
Transformasi Pelabuhan Batuampar menuju pelabuhan transshipment berkelas internasional tengah digalakkan oleh BP Batam dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
ALFI turut mendorong peningkatan standar keselamatan dan kelayakan kendaraan untuk mendukung langkah tersebut.
ALFI juga meminta BPTD Kepri untuk lebih aktif menyosialisasikan aturan administratif kendaraan guna memastikan pelaku usaha memahami dan mematuhinya.
"Kendaraan yang melintasi jalan di Batam harus sesuai standar kelayakan di Indonesia. Ini bagian dari upaya menciptakan sistem logistik yang efisien dan aman," imbuh Yasser.
Selain keselamatan, ALFI mendukung percepatan modernisasi Pelabuhan Batuampar. Hadirnya 4 unit Ship-to-Shore (STS) dan 10 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) diharapkan dapat mendorong aktivitas transshipment dan ekspor-impor dari dan ke Batam.
Baca juga: Pemkot Batam Survei Potensi Retribusi Parkir, Siapkan Lelang Terbuka 2026
"Kami dorong kapal-kapal nasional untuk singgah dan menggunakan fasilitas Batuampar. Ini akan memperkuat konektivitas logistik nasional ke pasar internasional," jelas Yasser.
Dalam diskusi, Yasser juga menyampaikan aspirasi pelaku usaha yang mengharapkan penyederhanaan regulasi di pelabuhan.
"Banyak pengusaha yang kesulitan karena aturan yang terlalu kaku. Kami harap ada penyederhanaan agar semua pihak dapat menjalankan usahanya dengan lancar, terutama dalam mendistribusikan kebutuhan pokok," tutupnya.
Dengan kolaborasi lintas instansi dan dukungan pelaku usaha, Pelabuhan Batuampar diharapkan mampu berkembang menjadi pelabuhan modern yang aman, efisien, dan kompetitif di tingkat internasional.

Komentar Via Facebook :