Ban Pesawat Garuda Lepas! Penumpang Tanjungpinang-Jakarta Mengeluh Delay Akhirnya Dialihkan

Ban Pesawat Garuda Lepas! Penumpang Tanjungpinang-Jakarta Mengeluh Delay Akhirnya Dialihkan

Suasana di Ruang Tunggu Bandara Raja Haji Fisabilillah.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Insiden lepasnya ban pesawat Garuda Indonesia menyebabkan penundaan penerbangan dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menuju Jakarta. 

Para penumpang mengeluh tidak adanya kepastian waktu keberangkatan maupun kompensasi yang jelas dari maskapai.  

Salah satu penumpang, Febrica Thamrin, mengungkapkan bahwa sejak pukul 09.00 WIB, mereka sudah menunggu di ruang tunggu, namun hingga kini belum ada informasi resmi.  

Baca juga: Ban Depan Pesawat Garuda Pecah Saat Mendarat di Bandara Tanjungpinang, Penumpang Sempat Panik

"Kami masih menunggu, Bang. Petugas belum menyampaikan jam berapa berangkat. Terus kompensasi apa yang kami terima?" ujarnya.  

Pejabat Pengganti Sementara (PjS) General Manager Bandara RHF, Zaini Ahmad, membenarkan adanya penundaan penerbangan Garuda Indonesia rute Tanjungpinang-Jakarta.  

"Untuk waktu delay-nya belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu kejelasan dari maskapai," kata Zaini.  

Dia menjelaskan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk mencari spare part pengganti ban pesawat. "Barang ini masih kami cari antara Jakarta dan Batam," tambahnya.  

Sebagai solusi sementara, Garuda Indonesia mengalihkan penumpang yang memiliki kepentingan mendesak ke maskapai Batik Air.  

General Manager Garuda Indonesia Cabang Tanjungpinang, Muhammad Ikhsan, mengatakan, "Kami prioritaskan penumpang yang urgen dengan mencarikan alternatif penerbangan melalui Batik Air, sesuai ketersediaan kursi."

Namun, Ikhsan mengaku belum memiliki data pasti jumlah penumpang yang sudah diberangkatkan maupun yang masih tertahan. 

Baca juga: Insiden Garuda Indonesia: Ban Pesawat Pecah di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Penerbangan Ditunda

"Data lengkapnya belum kami terima. Kami masih mendata berapa yang sudah terbang dan berapa yang tertahan," ujarnya.  

Bagi penumpang yang belum bisa diberangkatkan, Garuda memberikan kompensasi berupa makan siang, voucher, camilan, dan uang tunai sebesar Rp300.000.  

"Spare part untuk perbaikan sudah tiba dan akan segera dipasang. Namun, sebelum kembali mengudara, pesawat harus melalui pengujian terlebih dahulu. Jika delay lebih dari empat jam, kompensasi tetap diberikan," jelas Ikhsan.  

Pelaksana Tugas Sementara (Plt) General Manager Bandara RHF, Zaini Ahmad, menyebut ada 106 penumpang Garuda yang tertahan akibat insiden ini.  

"Seharusnya pesawat berangkat pukul 09.30 WIB, tapi karena masalah teknis, seluruh penumpang masih menunggu," pungkasnya.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :