Siswa & Guru Wajib Tahu! Pemerintah Kembalikan Sistem Penjurusan di SMA
Jurusan IPA dan IPS khusus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Tanjungpinang.
Jakarta, Batamnews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) akan mengembalikan sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, sebagai upaya menyelaraskan kurikulum dengan Tes Kompetensi Akademik (TKA) berbasis mata pelajaran.
Abdul Mu’ti menegaskan, pengembalian penjurusan ini bertujuan mempersiapkan siswa SMA menghadapi pendidikan tinggi sesuai minat dan kemampuan mereka.
Dalam TKA nanti, selain mengerjakan mata pelajaran wajib, siswa dapat memilih mata pelajaran pilihan sesuai jurusannya. Misalnya, siswa IPA bisa memilih Fisika atau Biologi, sementara siswa IPS dapat memilih Ekonomi atau Sejarah.
Baca juga: Mahasiswa Kepri Kecewa Dialog RUU TNI: Endipat Wijaya Dinilai Tak Jawab Pertanyaan Substansial
Kebijakan ini mendapat dukungan dari pemerhati pendidikan, Doni Koesoema. Menurutnya, penghapusan penjurusan di era Menteri Nadiem Makarim justru menimbulkan masalah.
"Ada siswa IPS yang masuk kedokteran karena kuat di Matematika, tapi akhirnya kesulitan karena pembekalan di SMA tidak cukup," ujar Doni dalam wawancara dengan Pro3 RRI, Minggu, 13 April 2025.
Akibatnya, banyak siswa terpaksa mengambil les tambahan untuk mengejar ketertinggalan, yang berujung pada beban biaya lebih besar. "Kebijakan Nadiem waktu itu salah besar," tegas Doni.
Doni menekankan pentingnya peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam mengarahkan siswa memilih jurusan yang tepat berdasarkan nilai dan minat.
"Siswa IPA harus benar-benar dipastikan untuk tetap di IPA saat kuliah, tidak 'nyebrang' ke IPS atau Bahasa," jelasnya.
Selain itu, perguruan tinggi juga diminta melakukan seleksi ketat agar tidak terjadi ketimpangan.
Baca juga: Komunitas Lari Batam-Tanjungpinang Ramaikan Tropical Night Run 5K di Bintan
"Jangan sampai siswa IPA bisa masuk ke prodi IPS atau Bahasa dengan mudah, sementara siswa IPS/Bahasa merasa jurusan mereka kurang dihargai," tambah Doni.
Kebijakan penghapusan penjurusan sebelumnya diterapkan oleh Nadiem Makarim melalui Kurikulum Merdeka, dengan tujuan memberi kebebasan siswa memilih mata pelajaran sesuai minat dan rencana karier.
Namun, dalam praktiknya, sistem ini dinilai kurang efektif dalam mempersiapkan siswa untuk studi lanjutan.
Dengan perubahan ini, diharapkan siswa SMA akan lebih siap menghadapi dunia perkuliahan, sesuai dengan kompetensi dan minat masing-masing.
Komentar Via Facebook :