Pelebaran Jalan Simpang Cikitsu Molor, Proyek Baru Dimulai Akhir April 2025
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Rencana pelebaran Jalan Simpang Cikitsu atau yang dikenal sebagai Jalan Raja M. Saleh mengalami penundaan signifikan. Proyek infrastruktur yang semula dijadwalkan dimulai pada Februari 2025, kini baru akan mulai dikerjakan pada akhir April 2025, akibat lamanya proses perencanaan dan lelang.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa persiapan awal telah dilakukan, seperti penebangan pohon di sepanjang jalur yang akan diperlebar serta penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun, kondisi jalan saat ini semakin memprihatinkan, berlubang dan tidak rata, sehingga menyulitkan pengendara yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, membenarkan keterlambatan tersebut.
“Molor 2 bulan karena terkendala proses perencanaan. Perencanaan dan lelang dilakukan di tahun anggaran yang sama, jadi baru bisa dilelang setelah perencanaan selesai,” jelas Suhar, Kamis, 10 April 2025.
Menurut data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek ini masih dalam tahap tender, dengan penetapan dan pengumuman lelang dijadwalkan pada 17 April 2025, dan penandatanganan kontrak pada 25 April 2025.
"Perkiraan akhir bulan sudah kontrak dan langsung kerja di lapangan," tambah Suhar.
Sebelumnya, Pemko Batam telah menjadwalkan lelang sejak awal Februari 2025, dan diperkirakan pengerjaan dimulai pada Maret. Namun prosesnya lebih lambat dari yang diharapkan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa meskipun tertunda, proyek ini tetap menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur kota. “Masih dalam proses lelang,” singkatnya saat ditemui di Gedung Pemko Batam.
Kepala Bidang Bina Marga Kota Batam, Dohar Hasibuan, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup pelebaran ruas Jalan M. Saleh, mulai dari Simpang Perumahan Papa Mama hingga ke arah Jalan Hang Tuah, yang merupakan akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim.
"Jalan tersebut rencananya menjadi empat lajur, masing-masing dua di kiri dan dua di kanan, dengan lebar sekitar 12 meter," terang Dohar.
Ia juga menambahkan bahwa kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut menjadi alasan utama proyek ini diprioritaskan.
"Sekarang jalan itu selalu macet karena kondisinya sempit dan rusak. Kalau jalannya bagus, arus lalu lintas akan lebih lancar," ujarnya.
Uniknya, selama masa pengerjaan proyek tidak akan ada pengalihan arus lalu lintas. Konstruksi akan dilakukan secara bertahap, agar kendaraan tetap bisa melintas. "Misalnya kita kerjakan sisi kiri dulu, kendaraan masih bisa lewat sisi kanan. Begitu sebaliknya," jelas Dohar.
Dengan dimulainya proyek ini di akhir April, masyarakat Batam berharap peningkatan kualitas jalan akan segera terasa, terutama bagi pengguna jalan yang setiap hari harus menghadapi kemacetan di kawasan Cikitsu.
Komentar Via Facebook :