Warga Singapura Berusia 20 Tahun Didakwa dalam Kasus Peretasan Kripto Terbesar di AS, Habiskan Jutaan Dolar untuk Gaya Hidup Mewah

Warga Singapura Berusia 20 Tahun Didakwa dalam Kasus Peretasan Kripto Terbesar di AS, Habiskan Jutaan Dolar untuk Gaya Hidup Mewah

Warga Singapura Malone Lam dan mobil-mobil yang ia beli setelah diduga mencuri US$230 juta dalam bentuk mata uang kripto dari seorang korban di Washington. (Foto: Kantor Sheriff Broward, dokumen pengadilan)

Zuhri Muhammad

Singapura, Batamnews – Seorang warga Singapura, Malone Lam, didakwa dalam kasus pencurian kripto terbesar di Amerika Serikat. Lam, yang berusia 20 tahun, bersama rekannya, Jeandiel Serrano (21) asal Amerika Serikat, ditangkap pada September 2024 atas tuduhan konspirasi untuk mencuri dan mencuci lebih dari US$230 juta dalam bentuk mata uang kripto dari seorang korban di Washington, DC.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengungkapkan bahwa 4.100 Bitcoin yang mereka curi kini bernilai lebih dari US$450 juta berdasarkan harga pasar saat ini. Dalam rupiah diperkirakan mencapai Rp 7,3 T. 

Gaya Hidup Mewah dari Hasil Kejahatan

Dalam kurun waktu singkat antara pencurian dan penangkapan mereka, Lam dan Serrano hidup dalam kemewahan. Lam dikabarkan menghabiskan antara US$400.000 hingga US$500.000 per malam di klub malam Los Angeles.

Seperti dilansir dari The Straits Times, salah satu bukti pembayaran menunjukkan bahwa Lam menghabiskan US$569.528,39 dalam satu malam, termasuk pembelian 55 botol vodka Grey Goose seharga US$38.500, lima ember Red Bull senilai US$300, serta 48 botol sampanye Ace of Spade Brut dengan total US$72.000.

Tidak hanya itu, mereka juga membeli lebih dari 30 mobil mewah, termasuk Pagani Huayra seharga US$3,8 juta, Lamborghini yang dikustomisasi, Ferrari, dan Porsche. Lam juga dikabarkan membeli jam tangan seharga US$2 juta dan sebuah Lamborghini Revuelto seharga lebih dari US$1 juta. Saat ditangkap, Serrano bahkan masih mengenakan jam tangan seharga US$500.000.

Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan Lam berada di klub malam, membagikan tas Hermes Birkin kepada model dan influencer. Beberapa di antaranya kemudian membagikan tas tersebut di media sosial.

Upaya Penculikan Orang Tua Lam

Gaya hidup mewah mereka tidak hanya menarik perhatian otoritas, tetapi juga para penjahat. Pada Agustus 2024, sebuah upaya penculikan terhadap orang tua Lam terjadi. Laporan CNBC menyebutkan bahwa insiden tersebut melibatkan sepasang suami istri yang menggunakan Lamborghini yang diklaim sebagai mobil sewaan putra mereka.

Upaya penculikan gagal setelah mobil yang digunakan pelaku mengalami kecelakaan, dan para pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki. Enam orang akhirnya ditangkap terkait kejadian ini.

Penangkapan dan Persidangan

Lam tiba di AS pada Oktober 2023 dengan visa turis 90 hari dan kemudian menetap secara ilegal. Ia kemudian terbang dengan jet pribadi dari Los Angeles ke Miami, tempat ia akhirnya ditangkap pada September 2024. Lam didakwa di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Florida dan Distrik Pusat California.

Dokumen dakwaan menyebutkan bahwa pada 18 Agustus 2024, Lam dan Serrano bersama komplotannya menghubungi seorang korban di Washington dan melalui manipulasi berhasil mendapatkan lebih dari 4.100 Bitcoin.

Mereka kemudian memindahkan dana tersebut melalui berbagai mixer dan bursa menggunakan metode "peel chains", dompet perantara, serta jaringan pribadi virtual (VPN) untuk menyembunyikan identitas mereka.

DOJ mengungkapkan bahwa hasil pencucian uang dari kejahatan ini digunakan untuk perjalanan internasional, kehidupan malam, mobil mewah, jam tangan, perhiasan, tas desainer, serta properti sewaan di Los Angeles dan Miami. Lam mengaku telah membeli 31 mobil mewah, namun 22 di antaranya masih belum ditemukan oleh pihak berwenang.

Hingga Oktober 2024, sekitar US$70 juta telah berhasil dibekukan atau dikembalikan melalui berbagai platform pertukaran mata uang kripto. Meski begitu, masih ada lebih dari US$100 juta yang belum diketahui keberadaannya.

Serrano sendiri diketahui masih menyimpan sekitar US$20 juta dari Bitcoin hasil pencurian di ponselnya dan telah setuju untuk mengembalikannya kepada Biro Investigasi Federal (FBI).

Jika terbukti bersalah, Lam terancam hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda hingga US$250.000 atau dua kali lipat dari keuntungan yang diperolehnya dari kejahatan ini.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :