Kasus DBD di Karimun Menurun, Dinkes Terus Galakkan PHBS dan Pemberantasan Sarang Nyamuk
Ilustrasi
Karimun, Batamnews – Upaya Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) menunjukkan hasil yang positif. Sejak awal tahun 2025 hingga awal April, jumlah kasus DBD di Bumi Berazam tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, menyampaikan bahwa total kasus DBD dari Januari hingga April 2025 berjumlah 105 kasus, yang tersebar di delapan kecamatan. Khusus di awal April ini, hanya tercatat 3 kasus baru.
"Alhamdulillah, kita berhasil menurunkan kasus DBD setiap bulannya. Untuk awal April ini baru ada tiga kasus," ujar Rachmadi saat ditemui pada Rabu (9/4/2025).
Berikut sebaran kasus DBD di Kabupaten Karimun:
- Kecamatan Karimun: 29 kasus
- Kecamatan Meral: 27 kasus
- Kecamatan Tebing: 26 kasus
- Kecamatan Kundur: 12 kasus
- Kundur Barat: 7 kasus
- Meral Barat: 4 kasus
- Moro: 4 kasus
- Sugi Besar: 1 kasus
Sementara itu, enam kecamatan lainnya yakni Selat Gelam, Kundur Utara, Belat, Durai, Buru, dan Ungar tidak mencatatkan adanya kasus DBD sepanjang tahun 2025 ini. Lebih menggembirakan lagi, Rachmadi menyebut bahwa tidak ada korban meninggal dunia akibat DBD di Karimun dalam tiga tahun terakhir.
"Alhamdulillah sejak tahun 2023, 2024, dan sepanjang 2025 ini, tidak ada kasus kematian akibat DBD," ujarnya.
Meski demikian, Rachmadi tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Ia menyebutkan bahwa perubahan cuaca, musim hujan, dan daya tahan tubuh yang menurun masih menjadi faktor penyebab naiknya kasus DBD.
Sebagai langkah antisipatif, Dinas Kesehatan bersama puskesmas terus menggencarkan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di seluruh wilayah Karimun.
"Kami terus galakkan program PSN dan edukasi kepada masyarakat. Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat dengan penurunan jumlah kasus DBD secara konsisten," tutup Rachmadi.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama DBD.

Komentar Via Facebook :