Batam Sambut 39 Bhikkhu Thudong, Perjalanan Spiritual Menuju Borobudur Singgah di Rumah Ibadah Lintas Agama

Batam Sambut 39 Bhikkhu Thudong, Perjalanan Spiritual Menuju Borobudur Singgah di Rumah Ibadah Lintas Agama

Puluhan Bhikkhu (biksu) melaksanakan perjalanan suci (Thudong) di Kota Batam pada tahun 2023 lalu. (foto. istimewa).

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Sebanyak 39 Bhikkhu (biksu) dari berbagai negara menjalani ritual suci Thudong, sebuah tradisi spiritual dalam ajaran Buddha yang mengharuskan mereka menempuh perjalanan ribuan kilometer. Tahun ini, Kota Batam menjadi salah satu kota penting yang disinggahi para Bhikkhu dalam perjalanan menuju Candi Borobudur untuk perayaan Waisak pada 12 Mei 2025 mendatang.

Thudong bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah laku spiritual yang sarat makna, di mana para Bhikkhu melakukan perjalanan dari Bangkok, Thailand, melewati Malaysia dan Singapura, hingga akhirnya tiba di Batam pada 16 April 2025.

Selama tiga hari, dari tanggal 16 hingga 18 April, para Bhikkhu akan menginap dan mengikuti serangkaian kunjungan ke berbagai tempat ibadah lintas agama di Batam sebagai bagian dari tema besar kegiatan tahun ini, yaitu "Toleransi untuk Perdamaian Dunia."

Berikut jadwal kunjungan para Bhikkhu di Batam:

- Rabu, 16 April 2025
Kunjungan ke Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Tanjung Uncang, pada pukul 16.00 WIB.

- Kamis, 17 April 2025
Kunjungan ke Gereja Katolik Kerahiman Ilahi Paroki di Tiban dan Pura Agung Amerta Bhuana.

- Jumat, 18 April 2025
Kunjungan dan sesi khotbah di Vihara Grha Buddha Manggala.

Wakil Ketua Umum Panitia Bhikkhu Thudong 2025 di Batam, Abi Kho, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia sebagai negara dengan toleransi beragama terbaik di dunia.

"Event ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia, khususnya Batam, adalah contoh nyata toleransi antar umat beragama," ujar Abi, Sabtu, 5 April 2025.

Ia menambahkan, meskipun para Bhikkhu tidak berjalan kaki selama berada di Batam, mereka tetap aktif mengikuti kegiatan interaksi lintas agama yang mengedepankan nilai perdamaian dan saling menghormati.

"Mereka akan berdialog, berkunjung ke berbagai rumah ibadah, dan bertemu langsung dengan pemeluk agama lain. Ini adalah pesan damai yang sangat kuat dari Batam untuk dunia," katanya.

Abi Kho juga mengungkapkan bahwa Batam ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan ini karena memiliki indeks toleransi beragama yang tinggi, yang tercermin dalam harmonisasi kehidupan antar umat di kota ini.

Setelah dari Batam, para Bhikkhu akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Di sana mereka akan dilepas secara resmi oleh Wakil Presiden RI dan Kementerian Agama, sebelum melanjutkan perjalanan spiritual menuju Borobudur dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, masyarakat Indonesia kerap menunjukkan dukungan dengan memberikan makanan dan semangat kepada para Bhikkhu.

Thudong bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol perdamaian, kebersamaan, dan toleransi yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya di tengah keberagaman yang ada.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :