Arus Balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Telaga Punggur Mulai Padat, Puncaknya Diprediksi H+4
Penumpang saat tiba di Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Arus balik penumpang di Pelabuhan Terminal Telaga Punggur mulai padat. Kepala Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Telaga Punggur, Djoko Wiwin Sunarmo menyampaikan, arus balik penumpang pasca-Lebaran 2025 mulai meningkat sejak H+1.
Menurutnya, hingga H+3 Lebaran, Jumat 4 April 2025, jumlah kedatangan tercatat lebih tinggi dibandingkan arus keberangkatan. "Tercatat semalam ada 6.700 penumpang yang tiba, sementara yang berangkat sekitar 5.600 orang," ujar Djoko saat ditemui awak media.
Secara kumulatif, sejak arus mudik hingga hari ini, total penumpang yang berangkat mencapai 60.458 orang. Sedangkan jumlah penumpang yang datang mencapai 53.802 orang, dengan kedatangan terbanyak berasal dari Tanjungpinang.
"Untuk hari ini saja, jumlah kedatangan diperkirakan sudah mencapai 4.000 orang, sedangkan penumpang yang berangkat sekitar 3.000 orang," katanya.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada H+4 Lebaran, Sabtu 5 April 2025, dengan estimasi kedatangan antara 6.800 hingga 6.900 penumpang. Meskipun demikian, jika ditotalkan angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kalau dibandingkan tahun 2024, memang ada penurunan. Tahun lalu total penumpang selama arus mudik dan arus balik mencapai 100.496 orang, sementara prediksi tahun ini hanya sekitar 75.000 penumpang," jelasnya.
Djoko juga menambahkan, meskipun tidak ada penambahan jumlah kapal reguler, operasional kapal berjalan efektif. Kapal-kapal langsung kembali berlayar setelah tiba, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang yang terlalu lama di pelabuhan.
Ia menyebutkan ada kapal bantuan yang dioperasikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, yaitu kapal Oceana 175 yang melayani rute Tanjungpinang dan dua kapal lainnya dialihkan untuk melayani rute Dabo, Lingga.
Namun demikian, kapal bantuan hanya beroperasi maksimal dua kali trip per hari, karena kapal reguler sudah saling menggantikan. Penumpang tetap terangkut, terutama saat kapal besar masuk bersamaan dengan lonjakan penumpang.
"Untuk ke Tanjungpinang, sejauh ini tidak ada yang kehabisan tiket. Tapi untuk ke Dabo, karena terbatas hanya satu keberangkatan per hari, kadang masih ada yang tertinggal meskipun sudah ada kapal bantuan," katanya.
Hari ini, keberangkatan ke Dabo tercatat sekitar 180 penumpang, sedangkan dua kapal dari Dabo diperkirakan akan tiba membawa penumpang dengan jumlah yang cukup ramai.
Dari sisi operasional, kapal mulai melayani penumpang sejak pukul 07.30 WIB hingga 17.30 WIB setiap harinya. Untuk Posko Angkutan Lebaran, Djoko memastikan masih akan tetap beroperasi hingga H+10.
"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala berarti. Semua berjalan lancar berkat sinergi antarinstansi di pelabuhan," ungkapnya.
Sebagai penutup, Djoko mengimbau para penumpang untuk tetap bersabar dan menjaga ketertiban selama berada di pelabuhan.
"Kadang penumpang takut tidak kebagian tempat duduk, padahal tiketnya untuk jadwal berikutnya. Mereka jadi enggan turun dari kapal, itu yang kami khawatirkan. Harap bersabar, karena kapal terus datang dan semua akan terangkut," tutupnya mengakhiri wawancara.

Komentar Via Facebook :