Fakta Terbaru Pembunuhan Jurnalis Kalsel: Ada Sperma dan Luka Lebam di Kemaluan Korban, Keluarga Minta Uji DNA
Foto Juwita bersama terduga pelaku yang merupakan Oknum TNI AL tersebar di media sosial.
Jakarta, Batamnews – Keluarga korban pembunuhan J (23), seorang jurnalis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendesak penyidik Detasemen Polisi Militer TNI AL (Denpomal) Banjarmasin untuk mengusut tuntas temuan cairan putih (diduga sperma) dan luka lebam di area kemaluan korban.
Hal ini diungkapkan kuasa hukum keluarga, Muhamad Pazri, usai memenuhi panggilan penyidik pada Rabu, 2 April 2025.
Pazri menjelaskan, dalam proses autopsi, dokter forensik menemukan cairan putih dalam volume cukup banyak di rahim korban, disertai luka-luka di sekitarnya.
"Ini murni kasus pembunuhan, tetapi temuan cairan sperma dan luka harus diselidiki lebih lanjut," tegasnya.
Baca juga: Diduga Penyakit Bawaan, WNA 75 Tahun Meninggal Usai Tiba di Batam dari Singapura
Keluarga meminta penyidik segera melakukan uji DNA di laboratorium forensik di Surabaya atau Jakarta, mengingat fasilitas tersebut belum tersedia di Kalimantan Selatan.
"Volume cairannya signifikan. Apakah pelakunya lebih dari satu? Ini harus diungkap," tambah Pazri.
Pazri menyatakan, keluarga telah menyerahkan bukti foto dan rekaman video yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh. Meski demikian, Denpomal Banjarmasin belum memberikan keterangan resmi kepada media.
Terduga pelaku, Kelasi Satu J, yang sebelumnya bertugas di Lanal Balikpapan, telah diserahkan ke Denpomal Banjarmasin dan ditahan sejak Jumat, 28 Maret 2025 malam.
Baca juga: Ledakan Kapal KM. Fajar di Tambelan, Nelayan Alami Luka Bakar Serius Dirujuk ke Kalbar
Korban, Juwita (23), adalah jurnalis media online lokal di Banjarbaru dan anggota PWI Kalsel. Ia ditemukan tewas di Gunung Kupang, Banjarbaru, pada Sabtu, 22 Maret 2025 sekitar pukul 15.00 WITA.
Awalnya diduga kecelakaan tunggal, tetapi tidak ada tanda-tanda kecelakaan pada tubuh atau sepeda motornya. Luka lebam di leher dan hilangnya ponsel korban semakin menguatkan dugaan pembunuhan.
Keluarga mendesak investigasi menyeluruh untuk mengungkap motif di balik kematian Juwita dan memastikan keadilan bagi korban.
Komentar Via Facebook :