Ledakan Kapal KM. Fajar di Tambelan, Nelayan Alami Luka Bakar Serius Dirujuk ke Kalbar
Kondisi kapal nelayang yang terbakar, Ledakan tersebut mengakibatkan seorang nelayan, Angga Agustian (35), mengalami luka bakar serius sekitar 50 persen.
Bintan, Batamnews – Sebuah kapal nelayan meledak di perairan Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan, pada Selasa, 1 April 2025 pagi sekitar pukul 06.45 WIB. Ledakan tersebut mengakibatkan seorang nelayan, Angga Agustian (35), mengalami luka bakar serius sekitar 50 persen.
Korban sempat dibawa ke UPTD Puskesmas Tambelan sebelum dirujuk ke Kalimantan Barat untuk perawatan lebih lanjut.
Kapolsek Tambelan, IPDA Abdurrahmansyam, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, ledakan berasal dari palka depan KM. Fajar, kapal berkapasitas 3 GT milik pengusaha ikan Ramijan.
"Ledakan terdengar hingga radius tiga kilometer, tetapi tidak memicu kebakaran. Hanya terlihat kepulan asap putih," jelasnya.
Baca juga: Sigap! Polresta Barelang Evakuasi Pohon Tumbang di Hari Libur Idul Fitri
Istri korban, Ratnasari, mengaku suaminya sempat berpamitan pagi itu untuk mengantar rombongan ke Pulau Selentang. Sekitar pukul 06.30 WIB, ia mendengar ledakan dari arah pelantar Ace. Setelah bertanya kepada warga, ia mendapat kabar bahwa kapal suaminya yang meledak.
Saksi lain, Yandi Arman, yang sedang menjemur kopra, tidak melihat korban masuk ke kapal sebelum ledakan. Namun, 15 menit kemudian, ia mendengar dentuman keras dan melihat asap putih dari KM. Fajar.
Papan kayu dari palka depan terlempar hingga 10 meter. Istri Yandi kemudian melihat Angga keluar dari kapal dalam kondisi luka parah dan meminta tolong.
"Warga segera menolong dan membawanya ke pelantar sebelum dilarikan ke puskesmas," ujar Kapolsek.
Sementara itu, Saryani, saksi lain yang meminta bantuan Angga untuk mengantar keluarganya ke Pulau Selentang, mengaku sempat menawari bantuan sebelum kejadian. Namun, Angga memintanya menunggu di rumah. Beberapa menit kemudian, ledakan terjadi, dan kapal tenggelam.
Baca juga: Inilah Para Pemenang Pawai Takbir Idul Fitri 1446 H Kabupaten Bintan
Dalam keterangannya, Angga menyebut mencium bau gas sebelum ledakan. Saat ia mencoba menghidupkan mesin, ledakan terjadi dari bagian tengah kapal ke belakang. Diduga, sumber ledakan berasal dari kebocoran gas pada kompor di kapal.
Polda masih menyelidiki penyebab pasti insiden ini. Kapolsek Tambelan mengimbau masyarakat berhati-hati dalam menggunakan peralatan berbasis gas, terutama di kapal.
"Kami juga mengingatkan warga waspada terhadap kondisi cuaca musim timur saat beraktivitas di pantai," pungkas IPDA Abdurrahmansyam.
Komentar Via Facebook :