Viral `Sun Go Kong` Batam Dianiaya, Dinsos: Dia Sengaja Cari Perhatian

Viral `Sun Go Kong` Batam Dianiaya, Dinsos: Dia Sengaja Cari Perhatian

Seorang penjual tisu di Batam yang dikenal dengan julukan Sun Go Kong, Angdrake Fergus A.M alias Muhammad Abdullah, mengaku mengalami penganiayaan oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP Kota Batam.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Seorang penjual tisu di Batam yang dikenal dengan julukan Sun Go Kong, Angdrake Fergus A.M alias Muhammad Abdullah, mengaku mengalami penganiayaan oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP Kota Batam pada Rabu, 26 Maret 2025 sore. Insiden ini mencuri perhatian publik setelah video dan kabar dugaan kekerasan tersebut viral di media sosial.  

Namun, Kepala Dinsos Batam, Leo Putra, membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya menjalankan razia penertiban sesuai prosedur dan tidak pernah melakukan kekerasan terhadap siapa pun.  

"Sudah bertahun-tahun kami melakukan razia penertiban, tidak pernah kami menggunakan pemukulan. Itu tidak ada dalam prosedur kami," ujar Leo kepada wartawan, Jumat, 28 Maret 2025.

Kronologi Versi Dinsos: Sun Go Kong yang Memulai  

Menurut keterangan Dinsos, kejadian bermula saat tim melakukan penertiban di sekitar kawasan Kumaim, Amidah menggunakan satu unit ambulans dan kendaraan operasional. Saat itulah Muhammad Abdullah datang dengan sepeda motor dan mengetok pintu ambulans.  

"Kami turun dan bertanya ada apa, tapi justru dia mulai memancing keributan," jelas Leo.  

Leo mengklaim bahwa tidak ada tindak kekerasan dari petugasnya. Ia justru menuduh Muhammad Abdullah sengaja memprovokasi dan berusaha menciptakan drama.  

"Dia mengajak duel, memancing-mancing supaya dipukul. Tapi tidak ada satu pun petugas saya yang terpancing. Malah akhirnya dia guling-guling sendiri di aspal, sampai bajunya robek dan kepalanya berdarah. Lalu dia pergi ke rumah sakit," ungkapnya.  

Saat ditanya mengenai rekaman kejadian sebagai bukti, Leo mengaku memiliki dokumentasi tetapi enggan membagikannya ke publik.  

"Kami sudah klarifikasi. Kalau dia mau main drama, silakan. Kami tidak akan menanggapinya lebih jauh," katanya.  

Muhammad Abdullah Lapor ke Polisi  

Di sisi lain, Muhammad Abdullah bersikeras bahwa dirinya benar-benar menjadi korban penganiayaan. Ia mengaku telah membuat laporan ke Polresta Barelang terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah petugas saat ia hendak mengambil peralatannya untuk atraksi kungfu.  

Menurutnya, setelah mengalami luka-luka, ia meminta agar dibawa ke rumah sakit, tetapi permintaan tersebut ditolak oleh petugas Dinsos.  

"Pas saya minta tolong diantar, mereka tidak mau. Saya malah dibentak-bentak dan didorong," ujarnya.  

Sementara itu, Leo Putra menyatakan bahwa pihaknya juga mempertimbangkan langkah hukum. "Kami juga diminta membuat laporan resmi. Sedang kami siapkan secara kedinasan," katanya.  

Hingga saat ini, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan dari kedua belah pihak. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, sementara perdebatan di media sosial terus berlanjut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :