Banjir Parah Rendam Permukiman Sei Nayon Bengkong, Warga Sebut Reklamasi Sebagai Penyebab Utama

Banjir Parah Rendam Permukiman Sei Nayon Bengkong, Warga Sebut Reklamasi Sebagai Penyebab Utama

Banjir parah di Kompleks Sei Nayon, Bengkong.

Nurjali

Batam, Batamnews - Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak pagi hari menyebabkan banjir parah di Kompleks Sei Nayon, Bengkong. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan merendam puluhan rumah warga. 

Banjir yang terjadi pada Kamis, 20 Maret 2025 ini disebut sebagai yang terparah kedua setelah kejadian serupa pada Januari 2025 lalu.

Warga setempat menduga penyebab utamanya adalah penyempitan alur Sungai Nayon akibat proyek reklamasi yang dilakukan PT Batamas di perairan Bengkong. Aktivitas warga terpaksa terhenti akibat banjir. 

Baca juga: Tragis! Jasad Bayi Laki-Laki Ditemukan Tersangkut di Gorong-Gorong Perumahan Taman Raya Tahap 2, Batam Kota

Sejumlah warga tampak berusaha mengeluarkan air yang masuk ke rumah mereka, sementara sampah dari sungai yang meluap mengapung di permukaan banjir.

"Kalau dulu hujan deras, paling air cuma di jalan, itu pun sebentar. Sekarang, baru sebentar hujan turun, air sudah masuk rumah dan lama surutnya," ujar Rian, salah satu warga yang terdampak.

Rian mengaku bahwa sebelum adanya reklamasi, wilayahnya tidak pernah mengalami banjir separah ini. 

Ia meminta perhatian pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk mengawasi tanggung jawab perusahaan yang melakukan reklamasi agar mengembalikan alur sungai seperti semula.

Selain itu, Udin, warga lainnya, menyoroti buruknya sistem drainase di sekitar pemukiman. 

"Kami berharap pemerintah membangun drainase yang lebih besar supaya banjir tidak lagi terjadi. Drainase di sini kecil, jadi air yang meluap dari sungai tidak bisa cepat surut," katanya.

Udin menuturkan bahwa kondisi banjir kali ini lebih mengkhawatirkan dibanding sebelumnya. 

"Dulu genangan hanya di jalan. Sekarang air makin tinggi, masuk ke rumah, dan kami harus buru-buru menyelamatkan barang-barang," keluhnya.

Warga menduga reklamasi di perairan Bengkong mempersempit aliran sungai, sehingga air hujan yang seharusnya mengalir ke muara malah meluap ke permukiman. 

"Sejak ada proyek reklamasi, banjir makin sering terjadi," tambah Wira.

Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di 5,75% untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait, terutama perusahaan yang melakukan reklamasi, segera mencari solusi agar banjir ini tidak terus berulang. 

"Kami ingin ada tindakan nyata. Jangan sampai setiap hujan deras, kami harus kebanjiran seperti ini," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Batamas maupun Pemerintah Kota Batam terkait keluhan warga. Sementara itu, BMKG Batam memperkirakan hujan masih akan terus turun dengan intensitas sedang hingga sore hari.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :