Bukit Dipotong, Laut Ditimbun, Sungai Diuruk, Batam Terancam Tenggelam

Bukit Dipotong, Laut Ditimbun, Sungai Diuruk, Batam Terancam Tenggelam

Pemotongan Bukit Vista sebagai area tangkapan air, yang menjadi salah satu penyebab banjir.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam selama dua hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah mengalami banjir. Fenomena ini semakin sering terjadi dan menjadi permasalahan yang terus berulang setiap kali hujan turun. Diduga, maraknya pemotongan bukit, penimbunan laut, serta pengurukan sungai menjadi penyebab utama bencana ini.

Reklamasi Ilegal di Batam Kian Parah

Penimbunan laut tanpa izin semakin meluas di berbagai titik di Batam. Aktivitas reklamasi ilegal ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mempersempit ruang hidup masyarakat. Meski terjadi secara terang-terangan, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

Warga Menjerit: Ruang Gerak Semakin Sempit

Warga yang terdampak mengeluhkan kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. Sungai yang seharusnya menjadi jalur alami aliran air kini tersumbat akibat sedimentasi dari reklamasi, memperparah banjir yang melanda kota. Mereka meminta pemerintah segera bertindak sebelum situasi semakin tidak terkendali.

Bengkong Laut Berubah Menjadi Kota

Salah satu titik reklamasi ilegal yang menjadi sorotan adalah kawasan Bengkong Laut. Di lokasi ini, reklamasi dilakukan secara masif, menciptakan kawasan baru yang dikenal sebagai “Bengkong City.” Proyek ini diduga melibatkan pengusaha lokal yang berambisi mengembangkan kawasan permukiman dan bisnis tanpa mempertimbangkan dampak ekologis.

Bukit-bukit Dikeruk, Air Tak Lagi Tertahan

Ratusan hektare tanah di Batam terus dikeruk, menghilangkan bukit-bukit yang berfungsi sebagai area tangkapan air. Truk-truk pengangkut tanah terlihat hilir-mudik setiap hari, membawa material untuk proyek reklamasi. Bukit Vista, salah satu kawasan yang selama ini berperan penting dalam sistem tata air Batam, kini dibabat habis tanpa pengawasan yang jelas.

Galian C Tanpa Retribusi, Dugaan Korupsi Menguat

Aktivitas galian C ilegal semakin marak tanpa adanya kontribusi retribusi yang masuk ke kas daerah. Hal ini tidak hanya merugikan pendapatan daerah, tetapi juga memicu dugaan adanya praktik korupsi di balik aktivitas tersebut. Hingga kini, belum ada tindakan tegas dari aparat untuk menghentikan aktivitas ini.

Jalur Pelayaran Internasional Terdampak

Dampak reklamasi tidak hanya terasa di daratan. Aktivitas penimbunan laut menyebabkan pendangkalan di beberapa titik perairan Batam, terutama di jalur pelayaran Batam Centre. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas kapal internasional yang berlayar di kawasan tersebut.

Perusahaan Terlibat dalam Reklamasi

Sejumlah perusahaan disebut-sebut terlibat dalam proyek reklamasi ilegal di Batam. PT Batam Mas Puri Permai dan Golden Prawn menjadi dua nama yang santer dikaitkan dengan aktivitas ini. Namun, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait tudingan tersebut.

Nelayan: “Ekosistem Rusak, Ikan Berkurang”

Para nelayan turut merasakan dampak buruk dari reklamasi. Penimbunan laut menyebabkan ekosistem pesisir rusak, mengurangi populasi ikan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. Jika kondisi ini terus berlanjut, nelayan akan semakin terjepit dan kehilangan mata pencaharian.

Masyarakat Menunggu Aksi Nyata Pemerintah

Masyarakat Batam kini menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk menghentikan reklamasi ilegal dan aktivitas pemotongan bukit yang tidak terkendali. Tanpa tindakan tegas, kondisi lingkungan di Batam akan semakin kritis, berisiko menenggelamkan kota ini dalam bencana yang lebih besar.

Batam Darurat Reklamasi: Selamatkan Lingkungan Sebelum Terlambat

Situasi di Batam kini dalam kondisi darurat. Jika tidak segera ditangani, dampak reklamasi ilegal, pemotongan bukit, dan pengurukan sungai akan semakin parah. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan lingkungan dan kehidupan masyarakat Batam sebelum segalanya terlambat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :