Bupati Cen Sui Lan Temukan Sejumlah Masalah di RSUD Natuna, Langsung Koordinasi Kemenkes

Bupati Cen Sui Lan Temukan Sejumlah Masalah di RSUD Natuna, Langsung Koordinasi Kemenkes

Cen Sui Lan saat melakukan sidak di RSUD Natuna. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Natuna, Batamnews – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna pada Rabu, 13 Maret 2025. Sidak ini merupakan tindak lanjut dari audiensi bersama tenaga medis yang berlangsung sehari sebelumnya di kantor Bupati, menyusul keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan.

Beberapa masalah utama yang ditemukan dalam Sidak tersebut antara lain kekosongan obat-obatan, kekurangan tenaga dokter, peralatan medis yang rusak, serta kendala dalam mekanisme pelayanan BPJS.

Didampingi Sekretaris Komisi I DPRD Natuna, Erimudin, serta Kepala Dinas Kesehatan, Cen Sui Lan memantau langsung seluruh ruangan pelayanan di RSUD. Ia menerima banyak keluhan dari tenaga medis maupun pasien. 

Salah satu temuan serius adalah tidak diperpanjangnya kontrak dua dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD), padahal RSUD Natuna merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan IGD 24 jam.

Baca juga: Beban Berat di Awal Kepemimpinan, Cen Sui Lan Dihadapkan pada Hutang Rp 180 Miliar dan Rasionalisasi Anggaran

Menyikapi kondisi ini, Cen Sui Lan langsung menghubungi pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyampaikan urgensi kebutuhan dokter di RSUD Natuna.

"Perlu kebijakan khusus dari Kemenkes, supaya pelayanan IGD rumah sakit berjalan baik dan bisa melayani pasien darurat dengan optimal," tegasnya.

Selain tenaga medis, beberapa peralatan di unit radiologi juga ditemukan dalam kondisi rusak, yang dinilai bisa menghambat pelayanan pasien. Cen meminta agar pihak rumah sakit segera melakukan perbaikan.

"Peralatan medis yang rusak di radiologi harus segera diperbaiki. Pihak yang bertanggung jawab harus mengatasi kendala ini secepatnya," tambahnya.

Baca juga: Hadiri Pelepasan Danlanal Ranai, Bupati Natuna Cen Sui Lan Soroti Keamanan Laut dan Keberlangsungan Nelayan

Dalam kunjungannya, Cen Sui Lan juga menekankan pentingnya digitalisasi rekam medis di RSUD Natuna. Ia mengingatkan bahwa Kementerian Kesehatan telah menyediakan aplikasi rekam medis digital yang digunakan secara nasional, sehingga rumah sakit seharusnya tidak lagi menerapkan metode manual yang dinilai kurang efektif.

"Manajemen RSUD harus segera menerapkan sistem rekam medis digital. Selain lebih praktis, cara ini juga lebih efisien dan mendukung pelayanan yang lebih cepat," tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar Dinas Kesehatan segera mengaktifkan kembali layanan IGD di puskesmas-puskesmas untuk mengurangi penumpukan pasien di RSUD Natuna.

"Puskesmas harus mengaktifkan kembali IGD agar pasien dengan kondisi darurat tidak semuanya tertumpuk di RSUD," ujarnya.

Baca juga: Cen Sui Lan Perintahkan BPKAD Segera Transfer Dana Desa untuk 70 Desa di Natuna, Pastikan Ekonomi Berputar Jelang Lebaran

Salah satu masalah yang sering terjadi di RSUD Natuna adalah kelangkaan obat-obatan dan darah. Cen menegaskan bahwa manajemen rumah sakit harus memiliki sistem pengadaan yang lebih baik agar masalah ini tidak terus berulang.

"Masalah ketersediaan obat-obatan dan darah adalah prioritas utama. Pengadaan harus diperbaiki agar stok selalu tersedia dan tidak ada lagi pasien yang kesulitan mendapatkan obat," kata Cen.

Selain peningkatan layanan kesehatan, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat.

"Pelayanan kesehatan harus ditingkatkan, tetapi masyarakat juga perlu memahami pentingnya pola hidup sehat sejak dari rumah. Edukasi harus lebih gencar dilakukan," pesannya.

Baca juga: Sah! Cen Sui Lan dan Jarmin Sidik Resmi Pimpin Natuna Periode 2025-2030

Dalam jangka panjang, pemerintah daerah akan mendorong peningkatan status RSUD Natuna dari tipe C ke tipe B. Saat ini, RSUD Natuna masih memiliki keterbatasan fasilitas, termasuk hanya memiliki enam tempat tidur di IGD, yang menyebabkan banyak pasien meninggal sebelum mendapatkan perawatan intensif di ICU.

"Kami akan berupaya meningkatkan status rumah sakit ini ke tipe B agar fasilitasnya lebih memadai. Saat ini, IGD hanya memiliki enam tempat tidur, sehingga banyak pasien yang tidak tertangani dengan baik," jelasnya.

Selain masalah internal rumah sakit, Cen Sui Lan juga akan menggelar pertemuan dengan BPJS guna membahas jenis penyakit yang dapat diklaim oleh BPJS. Hal ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengeluhkan banyak penyakit yang tidak bisa diklaim, sehingga pasien terpaksa harus membayar biaya pengobatan secara pribadi.

"Setelah ini, kami akan segera menggelar pertemuan dengan BPJS untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Masih banyak penyakit yang tidak bisa diklaim BPJS, sehingga pasien harus membayar sendiri. Ini perlu dievaluasi agar masyarakat tidak terbebani biaya yang seharusnya bisa ditanggung oleh BPJS," pungkasnya.

Baca juga: Gedung Krematorium Batu Aji Rampung Dibangun, Buah Perjuangan Cen Sui Lan untuk Masyarakat Tionghoa Batam

Dengan adanya Sidak ini, diharapkan permasalahan yang ada di RSUD Natuna dapat segera ditindaklanjuti, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, cepat, dan memadai.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :