Luhut: Pak Buwas Bilang Ada Lagi Pejabat Negara Suka Teler
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. (foto: ist/satunusanews)
BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Selain Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi yang ditangkap karena kasus narkoba, kini BNN mengincar beberapa pejabat negara lainnya yang diduga juga sudah terjerat narkoba.
Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dukungannya supaya pemberantasan kasus narkoba tak pandang bulu.
"Kemarin kan ada bupati tuh yang kena. Pak Buwas (Kepala BNN) bilang ada lagi beberapa target. Saya bilang hajar, sikat aja. Kalau tidak bahaya ini. Masa kita mau dipimpin sama orang yang teler," ujar Luhut saat memberikan kuliah umum di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganeca, Jumat (18/3/2016).
Luhut mengatakan bahwa yang saat ini tengah diincar adalah pejabat negara.
"Ada pejabat-pejabat negara yang kena. Karena itu tadi, itu berbahaya. Semua harus melihat ini sebagai musuh bersama. Enggak ada urusan agama, urusan suku dan jabatan. Semua bisa kena, nah kita harus rapatkan barisan," katanya.
Luhut menyebutkan bahwa pada tahun 2015 penggunaan sabu-sabu meningkat 350 persen dan ekstasi 280 persen. "Kalau begini, negara kita jadi lemah," tutur Luhut.
Sebelumnya Luhut mengungkap bahwa jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 5,9 juta orang. Kasus narkoba pun naik 13 persen pada 2015 dan tercatat sebagai kenaikan tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Sebelumnya, BNN telah menangkap Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi Mawardi setelah hasil tes urine menyatakan bahwa kepala daerah yang baru dilantik pada 17 Februari 2016 itu positif mengandung methamphetamine.
(ind/bbs)
Komentar Via Facebook :