Ratusan Warga Rempang Gelar Aksi Damai Depan Kantor Wali Kota, 'Biar Puteh Tulang Jangan Putih Mate'

Ratusan Warga Rempang Gelar Aksi Damai Depan Kantor Wali Kota,

Warga Rempang Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Wali Kota Batam, Kamis (27/02/2025) siang. (foto. istimewa).

Nurjali

Batam, Batamnews – Ratusan warga Rempang menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Wali Kota Batam pada Kamis siang. 

Aksi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB ini bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait penolakan terhadap rencana relokasi mereka akibat proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City.  

Dalam aksi tersebut, warga membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan, antara lain:  
- "Kami Menolak Relokasi/Digusur."  
- "Kami Menolak PSN Rempang Eco City."  
- "Hidup Korban Jangan Diam, Lawan!!!"  
- "Hentikan Intimidasi, Hentikan Investasi yang Merusak, Jangan Rusak Laut dan Darat Kami."  
- "Tanah Adat Tanah Ulayat."  
- "Raja Adil Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah."  

Baca juga: Ratusan Calon Pekerja di Batam Tertipu Lowongan Kerja Fiktif, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Sukri, salah satu orator dalam aksi tersebut, menyampaikan harapan besar masyarakat Rempang kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam yang baru saja dilantik. 

Ia meyakini bahwa kepemimpinan baru akan berpihak kepada rakyat dan mendengarkan keluhan mereka.  

"Kami masyarakat Rempang sangat berharap dan berterima kasih atas pelantikan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru. Kami datang jauh-jauh ke kantor Wali Kota dengan keyakinan bahwa beliau akan berpihak kepada kami dan mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan," ujar Sukri dalam orasinya.  

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Rempang akan terus berjuang mempertahankan tanah warisan nenek moyang mereka.  

Baca juga: Warga Rempang Protes Proyek PSN dan Reklamasi, Minta Dukungan Walikota Batam

"Kami berharap kepada Bapak Wali Kota terpilih untuk membela masyarakat Rempang dan kepada Wakil Wali Kota untuk mempertahankan tanah kami. Kami lahir dan besar di tanah ini, dan sudah dua tahun kami menunggu penyelesaian masalah ini tanpa kepastian," tegasnya.  

Aksi damai ini berlangsung tertib dan diawasi ketat oleh aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Batam terkait tuntutan yang disampaikan warga Rempang.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :