Persiapan Astaka MTQ Natuna Amburadul, Tak Ada Panggung
Komisi I DPRD Natuna kaget melihat astaka MTQ Natuna. (Foto: Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Natuna - Komisi I DPRD Natuna melakukan inspeksi lapangan memantau persiapan MTQ Kabupaten Natuna di Desa Kelarik, Kamis (17/3/2016). Namun beberapa temuan ekstrim membuat kaget para anggota dewan.
Progres persiapan MTQ Kabupaten Natuna di Desa Kelarik memang tampak mengganjal. ketidakpastian ketersediaan anggaran sebelumnya membuat persiapan seperti dilakukan setengah hati oleh panitia.
Plot anggaran untuk MTQ ini sebenarnya sudah di setujui sebesar Rp6 M baik anggaran pemkab dan provinsi.
"Kepastian bisa dicairkannya anggaran itu selama ini yang belum ada. Tapi sudah kita sampaikan jika BPKAD dan Sekda sudah menjamin hal itu sudah bisa direalisasikan," ujar Ketua Komisi I DPRD Natuna, Raja Marzuni, Kamis (17/3/2016).
Dalam inspeksi itu, Raja Marzuni juga didampingi anggota Komisi I lainnya yang turun ke lapangan Eri Marka dan Jarmin Sidik bersama pihak Kantor Kemenag Natuna dan Dinas PU.
Dari pantauan itu nampak astaka MTQ tingkat kabupaten masih dinilai janggal. "Iya Astaka MTQ tidak ada panggung. Gimana mau pembukaannya. Kita sudah minta kecamatan bersama Dinas PU segera membenahi," ujarnya.
Di Astaka tersebut cuma ada tempat qori/qoriah mengaji. Komisi I meminta panitia segera mengkaji posisi untuk mendirikan panggung tambahan. Anehnya lagi, jalan ke astaka sama sekali tidak ada.
"Astakanya saja yang dibangun jalannya nggak ada. Untung itu tanahnya sudah dibersihkan warga. Kalau dibangun di tengah hutan gimana orang mau ke astaka. Yang kami lewati tadi bukan jalan, cuma lahannya saja yang datar karena dibersihkan jadinya bisa dilewati mobil," ujar Eri Marka, anggota Komisi I lainnya.
Komisi I memastikan pelaksanaa MTQ kabupaten yang akan digelar 25 April - 1 Mei itu berjalan lancar, karena waktu terus berjalan.
"Kalau anggaran sudah aman, pihak kecamatan tinggal kerjakan, sistemnya sambil berjalan diusulkan, pas selesai, anggaran kegiatan satunya terealisasi, kegiatan selanjutnya bisa dijalankan juga. Kami yang pastikan itu," timpal Raja Marzuni.
Masalah penginapan juga menjadi kendala utama. Dipastikan akan ada ratusan kafilah dan para anggota SKPD dan FKPD yang akan hadir saat malam taaruf pembukaan MTQ. Rencananya rumah-rumah warga yang akan dipakai sebagai penginapan, pasalnya jumlah penginapan yang ada di Kelarik sangat minim dengan jumlah kamar yang bisa dihitung jari.
Akses jalan daerah kelarik yang letaknya sekitar 50 kilometer lebih dari Ranai juga masih belum rampung. Jalan tanah dengan kiri kanan lahan gambut plus jembatan-jembatan kayu berbahaya itu yang akan dilewati para rombongan kafilah dari kecamatan lain. Kondisi ekstrem ini sangat membuat miris para anggota dewan.
Entah kenapa lokasi yang notabene belum layak menjadi tuan rumah MTQ Kabupaten ini dilihat aspek jarak dan kondisinya yang sulit dipilih Pemkab Natuna.
Dinas PU sendiri mengaku akan membenahi jembatan-jembatan kayu berbahaya tersebut. "Anggaran tidak ada untuk jembatan kayu ini, paling kita upayakan perbaiki akan aman dilewati kafilah yang akan ke Kelarik," ujar Sekretaris Dinas PU Natuna, Wan Erwandi.
[Fox]
Komentar Via Facebook :