Sekda Karimun Jumpai Pekerja Kebersihan, Jelaskan Kendala Pembayaran Gaji yang Tengah Dihadapi
Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, Djunaidi mengumpulkan para petugas kebersihan yang tengah mogok kerja untuk membersihkan sampah di Komplek Kantor Bupati Karimun.
Batamnews, Karimun - Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun mengumpulkan para petugas kebersihan yang tengah mogok kerja untuk membersihkan sampah.
Pertemuan ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, Djunaidi, pada Minggu, 16 Februari 2025, di Komplek Kantor Bupati Karimun.
Dalam pertemuan tersebut, Sekda Djunaidi memberikan penjelasan mengenai masalah dan kondisi yang menyebabkan terjadinya keterlambatan pembayaran gaji para petugas kebersihan.
Baca juga: 500 Petugas Kebersihan Karimun Belum Terima Gaji, Ini Penyebab dan Solusi yang Diusulkan
"Tujuannya adalah untuk menjelaskan kepada saudara-saudara kita yang bekerja di bidang kebersihan, yang mempertanyakan gaji mereka untuk bulan Januari dan Februari," ujar Djunaidi.
Djunaidi menyatakan bahwa dirinya sangat memahami tuntutan para petugas kebersihan tersebut, mengingat gaji mereka sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, pembayaran gaji belum dapat dilakukan karena terbentur dengan kebijakan pemerintah pusat terkait Tenaga Harian Lepas (THL) atau sejenisnya.
"Aturan yang berlaku ini bersamaan dengan waktu mereka bekerja. Bahkan, masalah serupa tidak hanya terjadi di Karimun, tetapi juga di daerah lain, termasuk di Kepri," jelas Djunaidi.
Djunaidi menambahkan bahwa, berdasarkan peraturan saat ini, pembayaran gaji dapat dilakukan melalui pihak ketiga. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun akan berupaya mencari solusi agar pembayaran gaji dapat segera terlaksana.
"Kami akan mempercepat koordinasi atau konsultasi dengan BPKP atau BPK. Mereka sudah bekerja, dan gaji mereka harus segera dibayar," tegas Djunaidi.
Baca juga: Gaji Tak Kunjung Dibayar, Petugas Kebersihan Karimun Mogok Kerja
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Karimun juga menawarkan pembayaran gaji secara harian. Namun, para petugas kebersihan menolak tawaran tersebut dan tetap meminta pembayaran gaji mereka secara penuh.
Akibatnya, para petugas kebersihan memutuskan untuk melanjutkan aksi mogok kerja dengan tidak mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
"Insyaallah, Allah akan memberikan solusi terbaik untuk kita semua, termasuk para petugas kebersihan dan masyarakat Kabupaten Karimun, agar daerah kita tetap bersih dan nyaman," pungkas Djunaidi.

Komentar Via Facebook :