Zuhardi, Aktivis Melayu Kepri, Suarakan Ketidakadilan di Rempang: 'Kami Akan Bangkit Melawan'!

Zuhardi, Aktivis Melayu Kepri, Suarakan Ketidakadilan di Rempang:

Zuhardi, seorang aktivis Melayu asal Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Nurjali

Batam, Batamnews – Zuhardi, seorang aktivis Melayu asal Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyuarakan ketidakpuasan dan keresahannya terkait situasi yang terjadi di masyarakat Rempang. 

Dalam pernyataannya yang tegas, Zuhardi mengkritik ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat, terutama terkait pemanggilan "Nek Awe" yang dinilai tidak proporsional.

"Kami, putra-putra Melayu Kabupaten Lingga, selama ini diam saja. Namun, saat ini kami akan bersatu karena kami merasa tidak ada lagi keadilan. Bagaimana mungkin orang yang menyerang di halaman kampung justru yang dijadikan tersangka?" ujar Zuhardi dengan nada tegas, Selasa, 4 Februari 2025.

Baca juga: Batam Sudah Larang Pengecer Jual Elpiji 3 kg Sejak 2019, Ini Aturannya

Zuhardi mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat Melayu di Lingga memilih untuk diam karena menghormati beberapa hal. Namun, situasi yang terjadi saat ini dinilai telah melampaui batas. 

"Kami akan bangkit dan bersatu. Saya akan mengoordinasi seluruh ketua kecamatan dan ketua desa yang berbasis Melayu Raya untuk membentuk satu komando. Kami akan bangkit melawan ketidakadilan ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Zuhardi menyoroti visi misi Presiden Prabowo Subianto yang dianggap tidak sejalan dengan tindakan yang terjadi di lapangan. 

"Kami yakin visi misi Presiden Prabowo adalah untuk mensejahterakan rakyat, bukan menindas rakyatnya. Namun, apa yang terjadi di Kepri ini justru sebaliknya. Rakyat Kepri sudah makmur, jangan diganggu tempat asal-usul mereka. Ini seperti memiskinkan masyarakat dan tidak sesuai dengan janji presiden," ujarnya.

Zuhardi juga menegaskan bahwa negara ini milik semua rakyat, bukan hanya milik segelintir orang yang memiliki uang. 

"Banyak persoalan di Kepri yang seolah tidak didengar. Apakah ini negeri berdaulat atau negeri pengusaha? Saya pastikan, kami akan melawan jika suara keadilan tidak didengar di negeri Kepulauan Riau ini," tandasnya.

Baca juga: Perbaikan Pipa di Simpang Fanindo, Warga Tanjung Uncang dan Sekitarnya Akan Alami Gangguan Air Bersih

Pernyataan Zuhardi ini mencerminkan keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat Melayu di Lingga dan sekitarnya. Mereka menuntut keadilan dan kesetaraan dalam pembangunan serta perlindungan hak-hak masyarakat adat. 

Gerakan yang akan dibentuk oleh Zuhardi dan para ketua Melayu di Lingga menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam jika hak-hak mereka terus diabaikan.

Sementara itu, pihak berwenang diharapkan dapat merespons keluhan masyarakat dengan bijak dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan keadilan dan kesejahteraan rakyat tetap terjaga. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :