Sempat Turun ke Rp8.170, Harga Dolar di Google Kini Hilang Ini Klarifikasinya 

Sempat Turun ke Rp8.170, Harga Dolar di Google Kini Hilang Ini Klarifikasinya 

Tampilan di google malam tadi untuk harga dolar masih diangka 8 ribu rupiah.

Nurjali

Batam, Batamnews – Sempat turun menyentuh angka Rp8.170 per dolar, kini postingan harga dolar di google hilang. Google Indonesia akhirnya mengeluarkan klarifikasi terkait kekeliruan informasi yang mempengaruhi nilai tukar rupiah setelah kurs dolar AS dilaporkan turun ke Rp8.170. 

Menurut pernyataan resmi Google, informasi nilai tukar rupiah yang ditampilkan di platform mereka bersumber dari pihak ketiga, dan tidak selalu mencerminkan data real-time yang akurat.

Kekeliruan ini pertama kali terungkap setelah Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, menyoroti adanya kesalahan (error) pada data kurs yang ditampilkan oleh Google. 

Baca juga: Hingga Malam Rupiah Menguat Secara Misterius di Google, Berbeda dengan Data Resmi Bank Indonesia

Pratama menjelaskan bahwa angka "09" pada timestamp sebenarnya menunjukkan waktu terakhir Google melakukan pembaruan data, bukan merujuk pada tahun 2009 seperti yang sempat disalahartikan.

"Angka 09 di timestamp sebenarnya menunjukkan waktu terakhir Google meng-update kurs tersebut, bukan tahun 2009," kata Pratama dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu, 2 Februari 2024.

Google Search sempat menampilkan kurs 1 USD sebesar Rp8.170, yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan pelaku pasar. Beberapa faktor diduga menjadi penyebab munculnya informasi yang tidak akurat ini. Berikut adalah beberapa faktanya:

Pratama menyebutkan bahwa peretasan atau serangan siber bisa menjadi penyebab terjadinya manipulasi data. Dalam kasus ini, data yang dimanipulasi dapat mengarah pada informasi yang tidak akurat dan berpotensi merugikan banyak pihak, termasuk pelaku pasar keuangan.

Google memperoleh data kurs melalui algoritma yang mengakses berbagai sumber eksternal, termasuk lembaga keuangan dan ekonomi. Namun, ketergantungan pada sumber pihak ketiga ini bisa menimbulkan risiko jika data yang diterima tidak diverifikasi dengan baik.

Kesalahan manusia, seperti kesalahan dalam pembaruan data atau typo, juga dapat menyebabkan tampilan kurs yang salah. 

Google diharapkan dapat memastikan keakuratan informasi yang ditampilkan, mengingat data yang diberikan akan mempengaruhi keputusan banyak orang, terutama di sektor keuangan.

Baca juga: DPR RI Setujui RUU Minerba sebagai Usul Inisiatif, UMKM Bisa Kelola Tambang

Google Indonesia menegaskan bahwa mereka sedang melakukan peninjauan ulang terhadap sistem pembaruan data mereka untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Mereka juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kekeliruan ini.

Pihak berwenang dan pelaku pasar diimbau untuk selalu memverifikasi informasi nilai tukar dari sumber resmi, seperti Bank Indonesia, untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Kekeliruan ini menjadi pengingat pentingnya keamanan siber dan akurasi data dalam era digital, di mana informasi yang salah dapat berdampak signifikan pada stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :