Pemerintah Desa Pangke Siapkan Program Satu Rumah Satu Sarjana untuk Pengembangan SDM

Pemerintah Desa Pangke Siapkan Program Satu Rumah Satu Sarjana untuk Pengembangan SDM

Sosialisasi Satu Rumah Satu Sarjana di Desa Pangke, Karimun.

Nurjali

Batamnews, Karimun - Pemerintah Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, tengah mempersiapkan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui inisiatif "Satu Rumah Satu Sarjana". 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan potensi generasi muda Desa Pangke.

Program tersebut diawali dengan tahap sosialisasi yang digelar pada Jumat, 31 Januari 2025, di Ruang Serbaguna Laksamana Bentan, Kantor Desa Pangke. 

Acara ini dihadiri oleh Bupati Karimun terpilih, Iskandarsyah, beserta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Camat Meral Barat Isnaidi, Kapolsek Meral, Danramil Tebing, serta Ketua STIE Cakrawala Karimun, Anwar Abu Bakar, bersama dosen dan mahasiswa STIE Cakrawala Karimun.

Baca juga: Karya Warga Binaan Rutan Karimun Jadi Hadiah untuk Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra

Kepala Desa Pangke, Junaidi, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar anak-anak Desa Pangke dapat menjadi tuan di negeri sendiri. 

"Desa Pangke telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kami ingin membangun niat baik agar mereka dapat menikmati hasil dari apa yang telah desa berikan kepada daerah dan negara," ujar Junaidi.

Untuk mewujudkan program ini, Pemerintah Desa Pangke melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. 

"Kami berharap niat baik ini dapat terlaksana dengan baik. Karena anggaran desa terbatas, kami mengandalkan dana CSR. Alhamdulillah, PT Pasific telah memberikan dukungan berupa beasiswa. Meskipun tidak besar, namun dana tersebut dialirkan untuk hal positif. Kami juga selalu terbuka untuk bekerja sama dengan kampus," tambah Junaidi.

Selain program Satu Rumah Satu Sarjana, Desa Pangke juga telah meluncurkan program pengembangan SDM berupa kursus bahasa Inggris gratis bagi pelajar SMP dan SMA. 

Program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan dana CSR dari perusahaan yang beroperasi di Desa Pangke, seperti PT Pasific KMS dan MOS.

"Kami menyelenggarakan kursus ini tanpa menggunakan uang negara, melainkan dengan memanfaatkan dana CSR dari perusahaan," jelas Junaidi. 

Baca juga: Perubahan Syarat Masuk Sekolah Setelah PPDB Berubah jadi SPMB Tahun Ajaran 2025/2026

Ia menargetkan dalam satu tahun sebanyak 30 pelajar asal Desa Pangke dapat lancar berbahasa Inggris. 

"Jika dikalikan 10 tahun, maka akan ada 300 orang. Jika masing-masing dari mereka mengajarkan lima orang lagi, maka 1.500 warga Pangke akan lancar berbahasa Inggris," ujarnya.

Bupati Karimun terpilih, Iskandarsyah, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Kepala Desa Pangke. Menurutnya, kekuatan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA), tetapi juga pada SDM yang unggul. 

"Contohnya Singapura, yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah, namun berhasil menjadi negara maju berkat SDM yang berkualitas. Begitu juga dengan Jepang dan Belanda, yang memanfaatkan pengetahuan untuk memutus rantai kemiskinan," kata Iskandarsyah.

Iskandarsyah juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program yang digagas oleh Desa Pangke. 

"Pemerintah Kabupaten Karimun memiliki program beasiswa bagi 1.000 anak daerah selama lima tahun. Setiap tahun, 200 anak akan menerima beasiswa. Kami akan mendorong program Desa Pangke ini agar dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.

Dengan berbagai program pengembangan SDM ini, Desa Pangke berharap dapat mencetak generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :