Kapal Nelayan Tenggiri Hancur Ditabrak Kapal Layar di Perairan Pulau Putri Batam, Nelayan Selamat

Kapal Nelayan Tenggiri Hancur Ditabrak Kapal Layar di Perairan Pulau Putri Batam, Nelayan Selamat

Kapal Nelayan Tenggiri Hancur Usai Mengalami Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Putri, Nongsa, Kota Batam, Minggu (26/01/205) malam. (Foto. Hasil tangkapan layar dari video yang diperoleh batamnews.co.id)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Sebuah insiden tragis terjadi di perairan Pulau Putri, Nongsa, Batam, Minggu, 26 Januari 3025 malam, ketika kapal nelayan Tenggiri milik Ahad, seorang warga Batu Merah, hancur dan tenggelam setelah diduga ditabrak oleh sebuah kapal layar jenis yard. Beruntung, Ahad berhasil selamat meskipun kapalnya mengalami kerusakan total.  

Dalam sebuah video berdurasi 35 detik yang diterima Batamnews.co.id, tampak jelas kondisi kapal nelayan itu hancur berantakan. Mesin kapal hilang, badan kapal pecah, dan jaring ikan berserakan di sekitar lokasi kejadian. Salah seorang nelayan di lokasi turut merekam kondisi tersebut sambil memberikan keterangan.  

"Ini jaring tenggiri nih, pecah samping, mesin sudah tidak ada, jaring tenggirinya berserak, posisi di Pulau Putri," ujar seorang saksi mata dalam video tersebut.  

Baca juga: Wali Kota Batam Kukuhkan Kepengurusan Baru IPMKOB Pekanbaru Periode 2024-2025

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau, Distrawandi, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, kapal nelayan Tenggiri milik Ahad ditabrak oleh kapal layar di perairan Pulau Putri.  

"Iya benar, kapal nelayan Tenggiri diduga ditabrak kapal yard atau kapal layar di perairan Pulau Putri," ungkap Wandi saat dihubungi pada Senin, 27 Januari 2025.

Wandi juga menjelaskan bahwa Ahad berhasil selamat meskipun kapalnya tidak dapat diselamatkan. Proses evakuasi korban dan bangkai kapal sudah dilakukan, dan semuanya kini berada di tepi Pulau Putri.  

"Korbannya, Pak Ahad, alhamdulillah selamat, tapi kapalnya hancur akibat ditabrak. Evakuasi sudah dilakukan," jelas Wandi.  

Baca juga: BKN Tegaskan ASN Dilarang Pindah Instansi Selama 10 Tahun, Jika Melanggar Dianggap Mundur

Untuk memastikan keselamatan nelayan lainnya, Distrawandi meminta Ketua HNSI Kota Batam dan nelayan Tanjung Uma segera menyebarluaskan informasi tentang kejadian ini.  

"Mohon diinformasikan kepada nelayan lain bahwa telah terjadi kecelakaan di perairan Pulau Putri. Kapal dan korban sudah berhasil ditarik ke pinggir Pulau Putri," tambahnya.  

Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pelaut, khususnya kapal nelayan kecil, untuk lebih berhati-hati saat melaut, terutama di jalur yang sering dilalui kapal-kapal besar. Pemerintah dan pihak berwenang diharapkan dapat segera menyelidiki insiden ini guna mencegah kecelakaan serupa di masa depan.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :