Tarif Pas Pelabuhan SBP Tanjungpinang Naik, Legislator PKS Ismiyati Sebut Kebijakan Tak Pro Rakyat
Hj. Ismiyati, anggota DPRD Kepri dari Dapil Tanjungpinang sekaligus legislator Fraksi PKS. (Foto: istimewa)
Tanjungpinang, Batamnews – Hj. Ismiyati, anggota DPRD Kepri dari Dapil Tanjungpinang sekaligus legislator Fraksi PKS, menyatakan dengan tegas penolakannya terhadap rencana kenaikan tarif pas masuk Pelabuhan Tanjungpinang yang diusulkan oleh Pelindo. Rencana tersebut akan menaikkan tarif dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 untuk pas masuk pelabuhan domestik.
Menurut Ismiyati, kebijakan ini akan memberikan dampak negatif pada masyarakat, khususnya mereka yang sangat bergantung pada pelabuhan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti perdagangan dan transportasi. Ia menilai bahwa kenaikan tarif ini akan semakin menambah beban ekonomi masyarakat di Tanjungpinang yang selama ini sudah berjuang dengan biaya hidup yang tinggi.
"Kenaikan tarif ini tidak hanya memberatkan masyarakat Tanjungpinang, tetapi juga bisa mempengaruhi daya beli mereka. Kami minta Pelindo untuk mengurungkan rencana kenaikan tarif dan mendengarkan suara masyarakat yang terdampak," tegas Ismiyati, kemarin.
Ismiyati juga menyoroti pentingnya perbaikan layanan kepelabuhanan di Tanjungpinang sebelum Pelindo memutuskan untuk menaikkan tarif. Ia mengungkapkan bahwa peningkatan fasilitas pelabuhan, kebersihan, kelancaran proses keluar masuk barang, serta keamanan harus menjadi fokus utama sebelum memberlakukan kebijakan tarif baru.
"Pelindo harus memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada pengguna jasa pelabuhan sudah maksimal. Infrastruktur pelabuhan harus lebih baik, tidak hanya dari segi tarif tetapi juga dari segi kenyamanan dan keamanan," ujarnya.
Ismiyati menambahkan bahwa pemerintah dan pihak terkait seharusnya lebih peka terhadap kondisi masyarakat. Sebagai legislator yang aktif memperjuangkan hak masyarakat Tanjungpinang, ia berharap aspirasi ini dapat menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan kenaikan tarif diberlakukan.
Penolakan Ismiyati terhadap kenaikan tarif ini juga mencerminkan keresahan masyarakat Tanjungpinang. Banyak warga yang bergantung pada pelabuhan sebagai bagian penting dari aktivitas ekonomi mereka, mulai dari pedagang kecil hingga pekerja harian. Kenaikan tarif dinilai akan memengaruhi daya beli dan menambah tekanan finansial yang sudah mereka rasakan.

Komentar Via Facebook :