PNS Tanjungpinang Diduga Gelapkan Toyota Raize Rental, Kerugian Capai Rp230 Juta
Mobil Raize hitam yang diduga digelapkan oleh Oknum PNS Pemko Tanjungpinang. (Foto. Istimewa).
Batam, Batamnews - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Tanjungpinang berinisial VS dilaporkan ke Polsek Batu Aji, Batam, atas dugaan penggelapan mobil rental.
Laporan tersebut dibuat oleh Muhammad Resky Guritno, pemilik usaha 89 Rental, setelah salah satu mobilnya, Toyota Raize Turbo berwarna hitam, tak kunjung dikembalikan.
Insiden ini terjadi pada akhir tahun 2024. Resky mengungkapkan bahwa pelaku menyewa tiga mobil secara berurutan: Innova Reborn V 2019 pada 25 Desember 2024, New Avanza G pada 27 Desember 2024, dan Toyota Raize—yang bahkan belum memiliki pelat nomor resmi—pada 28 Desember 2024.
Baca juga: Warga Batam Rasakan Mudahnya Perpanjangan UWT BP Batam
Dua mobil pertama berhasil ditemukan menggunakan GPS, namun Toyota Raize hingga kini belum ditemukan karena tidak dilengkapi GPS.
"Mobil Raize belum ketemu. Kami juga dapat informasi pelat nomor mobil itu sudah diganti dengan pelat palsu, dan faktur mobilnya diduga palsu," ujar Resky kepada batamnews.co.id, Selasa, 21 Januari 2025.
Resky menduga kuat bahwa pelaku merupakan bagian dari sindikat penggelapan mobil, apalagi setelah mendengar informasi bahwa VS juga diduga menggelapkan mobil rental lainnya di Batam.
"Ada kabar dua mobil Fortuner milik rental lain juga jadi korban," tambahnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepulauan Riau, dengan total kerugian yang dialami Resky mencapai Rp230 juta. Ia berharap mobilnya segera ditemukan dan pelaku diproses hukum.
"Kasus ini tidak hanya merugikan saya, tapi juga pelaku usaha rental lainnya. Kami minta pihak kepolisian bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang," tegas Resky.
Baca juga: Dugaan Korupsi Proyek Dermaga Islamic Centre Kundur: Kerugian Negara Rp294 Juta
Dalam aksinya, pelaku diduga mengganti pelat nomor asli mobil dengan pelat palsu dan memalsukan faktur kendaraan agar mobil sulit dilacak. Dugaan ini memperkuat indikasi keterlibatan pelaku dalam jaringan penggelapan mobil.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menemukan Toyota Raize yang hilang dan mengejar pihak-pihak terkait. Resky berharap kasus ini menjadi peringatan bagi pemilik usaha rental untuk lebih berhati-hati.
"Kami hanya ingin mobil kami kembali dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya," tutup Resky.

Komentar Via Facebook :