MUI Lingga Jalin Koordinasi dengan Disdikpora, Bahas Pendidikan dan Isu Sosial

MUI Lingga Jalin Koordinasi dengan Disdikpora, Bahas Pendidikan dan Isu Sosial

Tim khusus MUI yang terdiri dari empat orang melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga pada Senin, 20 Januari 2025. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lingga terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mengatasi isu-isu pendidikan dan sosial. 

Sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi pengurus MUI Kabupaten Lingga pada 10 Januari 2025, tim khusus yang terdiri dari empat orang melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Lingga pada Senin, 20 Januari 2025.

Tim yang diketuai oleh Armain disambut hangat oleh Sekretaris Disdikpora Lingga, Supardi, bersama Firmansyah selaku Kasi Pengembangan dan Profesi, serta Kasubag Umum dan Kepegawaian, Asparullizar. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana santai dengan fokus pada beberapa isu yang menjadi perhatian bersama.

Dalam pertemuan tersebut, Armain mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara MUI dan Disdikpora untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi, seperti pembatasan penggunaan handphone oleh siswa di sekolah.

Baca juga: Dinsos, Tagana, dan MUI Lingga Dirikan Posko Bantuan untuk Korban Banjir Daik Lingga

Kemudian penerapan Peraturan Bupati (Perbup) tentang jam wajib belajar malam bagi siswa, maraknya permainan bermuatan judi di kalangan anak-anak, serta penyelenggaraan program "MUI Go To School".

Salah satu sorotan utama adalah maraknya permainan anak-anak bermuatan judi, yang sering muncul dalam berbagai acara tertentu. Armain menyampaikan keprihatinannya, terutama karena permainan ini mayoritas dimainkan oleh anak-anak usia sekolah dasar. 

"Ini menjadi perhatian serius bagi kami, karena dampaknya bisa sangat merugikan anak-anak," ujar Armain.

Sekretaris Disdikpora Lingga, Supardi, menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah yang diusulkan oleh MUI. Meski demikian, ia mengakui bahwa beberapa isu membutuhkan waktu dan koordinasi untuk dapat ditangani secara menyeluruh. 

"Kami butuh proses untuk menyelesaikan beberapa hal, tapi kami sangat mendukung apa yang menjadi perhatian MUI. Salah satunya adalah rencana membuat buku saku aturan di sekolah yang sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah. Ini cukup efektif untuk meningkatkan disiplin siswa," ungkap Supardi.

Baca juga: KUA Lingga Apresiasi Aksi Peduli Pengurus Masjid Manfaatkan Dana Infak Bantu Warga Terdampak Banjir

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menunggu peluncuran program "Tujuh Pembiasaan" dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang dianggap relevan dengan permasalahan yang dibahas.

Terkait permainan anak-anak bermuatan judi, Supardi menilai perlu adanya peran aktif dari orang tua dan guru agama dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak. "Untuk tahap awal, pendekatan ini sangat penting. Namun, jika MUI memiliki metode yang lebih efektif, kami siap membantu pelaksanaannya," tambah Supardi.

Disdikpora Lingga juga memberikan dukungan penuh terhadap program "MUI Go To School". Supardi menegaskan kesiapannya untuk bersinergi dengan MUI dalam berbagai kegiatan penyuluhan di sekolah, seperti penyuluhan narkoba dan kenakalan remaja. "Kami bisa turun bersama ke sekolah atau membekali tim MUI dengan SPT agar lebih nyaman dalam menjalankan program," katanya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat kerja sama antara MUI dan Disdikpora Lingga, dengan harapan mampu menciptakan solusi bagi berbagai isu pendidikan dan sosial di Kabupaten Lingga.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :