645 KK di Bintan Terdampak Banjir dan Longsor Akibat Cuaca Ekstrem
Banjir di Bintan dan Tanjungpinang genangi sejumlah ruas jalan yang mengakibatkan sulit dilalui kendaraan.
Bintan, Batamnews – Sebanyak 645 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bintan terdampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, Jumat, 10 Januari 2025.
Hujan lebat disertai angin kencang sepanjang hari mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan mengungkapkan data sementara dampak bencana, Sabtu, 11 Januari 2025.
Hingga Sabtu siang, hujan sedang yang disertai angin kencang masih melanda Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, sehingga proses pendataan terus berlangsung.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Kepulauan Riau: BMKG Ungkap 3 Penyebab Utama, Waspada Banjir dan Angin Kencang
"Kami bersama tim masih mengumpulkan data lengkap warga yang terdampak," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah.
Ramlah menjelaskan, dampak bencana tersebar di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Teluk Sebong, sebanyak 171 KK terdampak banjir, sementara di Kecamatan Toapaya 66 KK. Di Kecamatan Gunung Kijang, tercatat 129 KK terdampak.
"Kecamatan Teluk Bintan ada 54 KK, Kecamatan Bintan Timur 166 KK, dan Kecamatan Bintan Utara sebanyak 65 KK, termasuk 4 fasilitas umum yang rusak," rincinya.
Ramlah juga menambahkan, hingga saat ini terdapat sekitar 7 KK yang mengungsi akibat bencana tersebut. "Kami terus memperbarui data warga terdampak cuaca ekstrem," katanya.
Baca juga: Waspada! Banjir Rob di Kepri, Berikut Daerah yang Berpotensi Terdampak
BPBD Kabupaten Bintan bersama pihak terkait terus berupaya memberikan bantuan dan melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Komentar Via Facebook :