Proyek Sentra IKM Sagu Bernilai Puluhan Milyar di Lingga Dinyatakan Gagal, Sempat Buka Lowongan Saat Pilkada 

Proyek Sentra IKM Sagu Bernilai Puluhan Milyar di Lingga Dinyatakan Gagal, Sempat Buka Lowongan Saat Pilkada 

Mesin sagu di E-Katalog yang diduga di pesan oleh Dinas Perindag Kabupaten Lingga, namun dinyatakan gagal.

Nurjali

Lingga, Batamnews – Proyek Sentra IKM pengolah sagu yang sempat diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi Kabupaten Lingga kini resmi dinyatakan gagal. 

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lingga, Said Hendri, Rabu, 8 Januari 2025 di salah satu media online.

Proyek yang berlokasi di Desa Musai, Kecamatan Lingga, ini sebelumnya dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 dengan nilai mencapai miliaran rupiah. 

Sentra IKM ini dirancang untuk meningkatkan produksi sagu di Kabupaten Lingga, yang dikenal sebagai “Bunda Tanah Melayu” sekaligus salah satu penghasil sagu terbesar di Indonesia.  

Baca juga: Proyek Pembangunan Rumah Produksi Sagu Senilai Rp4,6 Miliar di Lingga Molor, LSM dan Paralegal Soroti Dugaan Masalah

Namun, perjalanan proyek ini tidak berjalan mulus. Proses tender pengadaan mesin pengolah sagu menjadi titik kritis kegagalan. Menurut Said Hendri, pemenang tender tidak mampu memenuhi komitmen untuk menyediakan mesin sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.  

“Penyebab gagalnya tender ini adalah karena penyedia jasa tidak dapat menyediakan mesin sesuai waktu yang telah disepakati. Untuk menghindari risiko yang lebih besar, kami memutuskan untuk membatalkan proyek ini. Untuk informasi teknis lebih lanjut, silakan konfirmasi ke PPTK, Pak Jab,” jelas Said Hendri di salah satu media.  

Namun, saat dikonfirmasi, PPTK yang dikenal dengan nama Pak Jab enggan memberikan penjelasan rinci. Ia justru meminta wartawan untuk kembali menghubungi Said Hendri.  

“Konfirmasi langsung saja ke Said Hendri, dia yang lebih tahu jelas penyebab gagalnya tender proyek tersebut,” ucapnya singkat.  

Proyek ini sempat menjadi sorotan publik karena sebelumnya membuka peluang kerja baru, terutama pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. 

Saat itu, Bupati petahana Muhammad Nizar dan Novrizal ikut bertarung dalam pemilihan tersebut. Namun, kegagalan proyek ini justru menciptakan tanda tanya besar terkait pengelolaan dana oleh pemerintah daerah.  

Masyarakat Kabupaten Lingga menyayangkan gagalnya proyek ini, mengingat potensi besar yang dimilikinya dalam mendorong perekonomian daerah. 

Baca juga: Pengadaan Mesin Sagu Bernilai Belasan Miliar Rupiah di Lingga Dipertanyakan

Mereka mendesak agar pemerintah daerah melakukan evaluasi mendalam terhadap pengelolaan dana DAK dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.  

“Sagu adalah kekayaan alam yang harus dikelola dengan serius. Proyek ini gagal, dan kami berharap ada transparansi serta perbaikan sistem agar uang rakyat tidak terbuang sia-sia,” ujar salah seorang warga Lingga.  

Kegagalan proyek Sentra IKM sagu ini menjadi catatan kelam dalam pengelolaan anggaran daerah, sekaligus pengingat akan pentingnya perencanaan dan eksekusi yang matang dalam proyek-proyek strategis.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :