Cerita Korban Terkaman Buaya di Temoyong Batam: Diserang Brutal, Pasrah Jika Tangan Putus
Peristiwa mencekam menimpa Abdullah, seorang warga Pulau Temoyong, Kecamatan Bulang, Kota Batam, yang mengalami serangan buaya saat memasang perangkap kepiting rajungan di sungai. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Peristiwa mencekam menimpa Abdullah, seorang warga Pulau Temoyong, Kecamatan Bulang, Kota Batam, yang mengalami serangan buaya saat memasang perangkap kepiting rajungan di sungai. Kejadian ini berlangsung pada Rabu malam, sekitar pukul 19.00 WIB, ketika ia tengah menjalankan aktivitas rutinnya melaut.
Menurut Abdullah, buaya memang sering terlihat di sekitar perairan tersebut, tetapi serangan terhadap manusia jarang terjadi.
"Biasanya kami saling menjaga jarak. Kami tidak mengganggu mereka, mereka juga tidak mengganggu kami," ujar Abdullah saat diwawancarai di Rumah Sakit Embung Fatimah, Batam, Jumat, 27 Desember 2024.
Namun, nasib berkata lain pada malam itu. Abdullah menceritakan bagaimana serangan buaya terjadi hingga nyaris merenggut tangannya.
Baca juga: Warga Temoyong Jadi Korban Serangan Buaya saat Cari Kepiting, Dua Insiden Terjadi dalam Tiga Hari
Kronologi Serangan
Abdullah mengalami dua kali serangan buaya sepanjang sekitar 2 meter saat sedang melaut. Serangan pertama terjadi ketika Abdullah sedang fokus memasang perangkap kepiting. Tanpa diduga, buaya muncul dan langsung menerkam tangannya, namun pada gigitan pertama ini buaya melepaskan gigitannya.
"Setelah serangan pertama, saya berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke arah perahu. Namun saat hampir mencapai perahu, buaya kembali menyerang untuk kedua kalinya. Terkaman kedua ini jauh lebih kuat dan seperti ingin memutuskan tangan saya," sebut dia.
Sambil bertahan dengan tangan yang masih memegang perahu, Abdullah hanya bisa pasrah.
"Saya teriak minta tolong. Untung istri saya mendengar teriakan itu. Sekitar 10 menit kemudian, warga datang membawa speed boat. Untungnya, buaya itu melepaskan saya sebelum warga tiba," lanjutnya.
Baca juga: Anak Sekolah di Temoyong Dikagetkan Penampakan Buaya Berukuran Raksasa
Momen Mencekam
Dalam kondisi kritis tersebut, Abdullah hanya bisa pasrah dan berteriak minta tolong sambil menahan tubuhnya di perahu dengan tangan yang masih bebas.
"Saya berpikir, kalau saya melawan, pasti tangan saya habis. Kalau saya tidak menahan di perahu, bisa jadi bukan hanya tangan yang hilang, tapi nyawa saya juga terancam," kenangnya dengan suara bergetar.
Setelah dilepaskan gigitannya oleh buaya tersebut, Abdullah mengaku sudah sangat lemas. Ia hanya berpikir untuk bertahan hidup meski tangan harus kehilangan fungsinya. "Kalau mau putus, ya putuslah. Banyak manusia yang hidup tanpa tangan," katanya.
Evakuasi dan Perawatan
Beruntung, warga yang datang segera mengevakuasi Abdullah ke RSUD Embung Fatimah di Batam. Perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu sekitar satu setengah jam. Hingga kini, Abdullah masih menjalani perawatan intensif akibat luka parah di tangannya.
Baca juga: Waspada Buaya, BPBD Bintan Pasang Papan Peringatan di Kampung Nosari Kijang
Riwayat Serangan Buaya
Abdullah menjelaskan bahwa kehadiran buaya di perairan Temoyong sudah menjadi hal yang biasa bagi warga setempat. "Selama ini kami tidak pernah saling mengganggu. Mereka ada di habitat mereka, kami mencari nafkah di sana. Tapi entah mengapa kali ini dia menyerang," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, buaya yang menyerang Abdullah belum berhasil ditangkap oleh warga Temoyong. Namun, Abdullah mengungkapkan bahwa buaya yang pernah menyerang warga sebelumnya telah berhasil ditangkap.
Buaya Belum Tertangkap
Ukuran buaya yang menyerang Abdullah diperkirakan sekitar dua meter. Warga Pulau Temoyong saat ini masih berusaha mencari buaya tersebut untuk menghindari serangan serupa di masa depan. Sebelumnya, buaya di daerah ini pernah menyerang warga, tetapi berhasil ditangkap.
"Namanya juga pekerjaan, tentu ada risikonya. Sehari-hari kami memang melaut. Jadi saya pasrah saja, kalaupun tangan ini harus hilang," tutup Abdullah, yang tetap tegar menghadapi musibah yang menimpanya.
Pihak berwenang setempat menghimbau para nelayan untuk lebih waspada saat melaut, terutama di area yang diketahui menjadi habitat buaya. Sementara itu, upaya pencarian buaya yang menyerang Abdullah masih terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Komentar Via Facebook :