Polsek Galang Bantah Tuduhan Polisi Hanya Menonton Saat Bentrok di Rempang
Kepolisian saat mengunjungi korban peristiwa Rempang, Galang, di Rumah Sakit, Sabtu (21/12/2024). (Foto. Istimewa)
Batam, Batamnews - Polsek Galang membantah tudingan bahwa kepolisian hanya menjadi penonton saat terjadi bentrok antara warga Rempang dengan kelompok massa yang diduga berasal dari PT MEG.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, melalui Kapolsek Galang Iptu Alex Yasral, memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan pemberitaan dan mencegah kesalahpahaman di masyarakat.
Menurut Iptu Alex, insiden bermula ketika seorang pekerja PT MEG mencoba mencopot spanduk penolakan warga terhadap proyek Rempang Eco-City, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Tindakan tersebut memicu emosi warga, yang kemudian mengamankan pekerja tersebut dan menahannya selama beberapa jam.
Baca juga: Bentrok Warga dan Karyawan PT MEG di Rempang, Insiden Pencopotan Spanduk Picu Kekerasan
"Situasi memanas setelah karyawan PT MEG lainnya melaporkan insiden ini ke Polsek Galang dengan harapan penyelesaian damai. Kami telah berupaya melakukan negosiasi sebanyak dua kali, tetapi tidak tercapai kesepakatan. Ketegangan akhirnya berujung pada bentrokan fisik yang melibatkan kedua belah pihak," jelas Iptu Alex.
Akibat bentrokan tersebut, lima orang mengalami luka, termasuk satu pekerja PT MEG dan empat warga setempat. Untuk meredakan situasi, Polsek Galang meminta bantuan Polresta Barelang, yang segera menurunkan personel Sat Samapta ke lokasi kejadian.
"Pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi dan mendampingi para korban untuk mendapatkan perawatan medis. Kami juga mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri demi menjaga keamanan dan ketertiban," lanjutnya.
Iptu Alex menegaskan bahwa Polsek Galang berkomitmen menjaga situasi kondusif dan mengutamakan penyelesaian masalah melalui dialog.
Baca juga: Polresta Barelang Gerak Cepat, Panggil Pihak Terkait Insiden Bentrok di Rempang
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Kami mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk tidak bertindak emosional. Jika ada masalah, segera laporkan kepada kami. Jangan sampai tindakan yang tidak terkendali justru memperkeruh situasi," tegasnya.

Komentar Via Facebook :