DPRD Batam Gelar Tradisi Pemotongan Nasi Besar di Perayaan Hari Jadi ke-195
Dalam momen perayaan Hari Jadi Batam (HJB) ke-195, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam menggelar tradisi pemotongan 'Nasi Besar'.
Batam, Batamnews - Dalam momen perayaan Hari Jadi Batam (HJB) ke-195, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam menggelar tradisi pemotongan 'Nasi Besar'. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan pengingat akan nilai luhur budaya Melayu yang terus dilestarikan.
Nasi Besar, yang secara tradisional berupa pulut kuning —ketan yang dimasak dengan kunyit— dibentuk menyerupai bukit kecil dan dihias dengan bunga telur di atas dulang berkaki bernama pahar. Hidangan ini menjadi simbol kehalusan budi pekerti masyarakat Melayu.
"Ini simbol kebudayaan Melayu. Tantangan ke depan tidaklah mudah," ujar Ketua DPRD Batam, M. Kamaluddin dalam acara tersebut.
Baca juga: Kapolresta Barelang Kerahkan Ratusan Personel Pasca Kericuhan Rempang
Prosesi pemotongan Nasi Besar dilakukan secara berurutan dan penuh makna. Kamaluddin membuat potongan pertama, yang kemudian diserahkan kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi hingga potongan diberikan kepada Zuriat Nong Isa, sebagai penghormatan kepada leluhur dan sejarah panjang Kota Batam.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Muhammad Rudi menyampaikan pidatonya di penghujung masa jabatan. Dirinya memohon maaf atas pembangunan kota yang belum mencapai titik maksimal, dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota dan DPRD untuk mewujudkan Batam Emas 2045, sebuah visi kota yang berbudaya dan berkelanjutan.
"Mari kita dukung bersama-sama, wujudkan Batam Emas 2025," ujar Rudi.
Baca juga: Turnamen HUT Korpri ke-53 di Lingga Resmi Dibuka, Ada Kasti, Badminton hingga Futsal
Sementara itu, Ketua DPRD Muhammad Kamaluddin mengajak seluruh peserta untuk mendoakan almarhum Nyat Kadir, salah satu tokoh penting dalam pembangunan Batam.
"Sejenak mari kita mendoakan almarhum Nyat Kadir," ucapnya, menandai penutup acara yang penuh makna.

Komentar Via Facebook :