Pleno KPU Kepri: Saksi Rudi-Rafiq Pertanyakan Partisipasi Pemilih di Batam Hanya 48,65%
Saksi pasangan calon nomor urut 2 gubernur dan wakil gubernur Kepri.
Tanjungpinang, Batamnews – Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau pada Minggu, 8 Desember 2024 diwarnai pertanyaan dari saksi pasangan calon gubernur nomor urut 2, Muhammad Rudi-Aunur Rafiq.
Mereka menyoroti rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Kota Batam, yang hanya mencapai 48,65% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Padahal, Batam merupakan daerah dengan pemilih terbanyak di Kepulauan Riau.
"Kami sangat menyayangkan banyaknya formulir undangan memilih atau C6 yang tidak didistribusikan. Kami menerima laporan adanya indikasi atau dugaan kesengajaan dari pihak tertentu yang tidak mendistribusikan undangan ini," ujar saksi pasangan calon nomor urut 2.
Baca juga: Festival 9 Naga di Tanjungpinang Perayaan Budaya Gaet Perhatian Warga
Selain itu, mereka juga mempertanyakan adanya selisih 125 suara antara pemilihan wali kota-wakil wali kota dan pemilihan gubernur-wakil gubernur di beberapa TPS.
"Kami meminta transparansi, termasuk salinan terkait adanya TPS khusus yang disebut oleh KPU Batam," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Batam, Mawardi, menjelaskan bahwa perbedaan jumlah suara antara Pilgub dan Pilwako adalah hal yang bisa terjadi.
"Berdasarkan catatan kami, perbedaan itu sudah kami petakan. Surat suara untuk Pilgub dan Pilwako memang tidak selalu sama karena adanya karakteristik pemilih yang berbeda," ujar Mawardi.
Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi Jelang Libur Natal dan Tahun Baru di Kepulauan Riau
Terkait rendahnya partisipasi pemilih, KPU Batam mencatat beberapa faktor penyebab.
"Beberapa pemilih meninggal dunia, pindah lokasi memilih, berubah status, tidak berada di tempat, atau masuk dalam kategori pemilih yang tidak dikenal, yang mencapai 14,4 persen dari total DPT," jelas salah satu komisioner KPU Batam.

Komentar Via Facebook :