Polisi Jaga Ketat Kantor Proxy Net di Batam Terkait Politik Uang, Kapolresta: Sejumlah Orang Diamankan

Polisi Jaga Ketat Kantor Proxy Net di Batam Terkait Politik Uang, Kapolresta: Sejumlah Orang Diamankan

Kapolresta Barelang Kombes Heribertus Ompusunggu di lokasi kejadian (Foto: Batamnews)

Zuhri Muhammad

Batam, Batamnews – Puluhan aparat kepolisian dari Polresta Barelang melakukan penjagaan ketat di kantor Proxy Net, Ruko Grand California, Batam Kota, pasca-penangkapan dua wanita yang diduga terlibat dalam praktik politik uang (money politik).

Kantor tersebut diketahui milik anggota DPRD Kota Batam, Anang Adhan, yang disebut berada di dalam lokasi saat penggerebekan. Anang diketahui adalah anggota DPRD Kota Batam dari Partai Gerindra. Belum diketahui pasti apakah Anang terlibat dalam kejadian tersebut. 

Kantor yang bergerak di bidang teknologi jaringan internet itu diduga menjadi tempat penyimpanan uang yang akan didistribusikan dalam aksi "serangan fajar" untuk mendukung salah satu pasangan calon (paslon) Pilkada.

Kejadian ini berlangsung pada Selasa malam, di mana kedua wanita tersebut diamankan Satgas Pemilu Bersih dan langsung diserahkan ke Bawaslu Batam untuk pemeriksaan.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa orang yang diduga terkait kasus ini.

“Beberapa pihak dari tim pemenangan 01 diamankan ke Bawaslu dan Gakumdu. Namun, kami tidak bisa langsung menyimpulkan adanya praktik money politik sebelum penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Meskipun polisi berjaga ketat di lokasi, informasi terkait peran kedua wanita yang diduga mengambil uang dari kantor tersebut belum disampaikan secara rinci.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada Bawaslu dan Gakumdu. Fakta-fakta akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai,” tambah Kombes Pol Heribertus.

Sebelumnya, Tino Sukirno dari Satgas Pemilu Bersih mengungkapkan bahwa kantor tersebut bukanlah kantor resmi tim pemenangan atau partai. Hal ini memunculkan kecurigaan kuat tentang aktivitas ilegal yang terjadi di dalamnya.

"Kami mendapati dugaan kuat bahwa tempat ini digunakan untuk aktivitas mencurigakan, bukan untuk keperluan resmi seperti yang diklaim,” tegas Tino.

Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama dengan dugaan keterlibatan anggota DPRD dalam aksi yang mencederai demokrasi. Pihak berwenang diharapkan segera mengungkap kebenaran untuk menjaga integritas pemilu di Kota Batam.

Masyarakat juga diimbau untuk terus berpartisipasi aktif dalam melaporkan setiap dugaan pelanggaran guna memastikan Pilkada berjalan bersih dan adil.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :