Anggota DPRD Batam Diduga Terlibat Money Politics, Bawaslu dan Gakumdu Geledah Kantornya
Kapolresta Barelang Kombes Heribertus Ompunsungu di lokasi kejadian (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews – Dugaan keterlibatan seorang anggota DPRD Kota Batam Anang Adhan dalam kasus politik uang (money politik) pada Pilkada 2024 mengemuka setelah Satgas Pemilu Bersih melakukan penggerebekan di sebuah kantor di Batam Kota.
Kantor yang diketahui sebagai Proxy Net Batam itu disebut-sebut menjadi pusat distribusi uang untuk mendukung salah satu pasangan calon (paslon). Petugas Bawaslu Kota Batam dan Gakumdu Kota Batam tampak masuk ke dalam kantor dan menggeledah dan berusaha mencari barang bukti lainnya.
Kehadiran anggota DPRD Batam di lokasi saat penggerebekan menimbulkan spekulasi kuat tentang perannya dalam dugaan pelanggaran pemilu ini. Satgas Pemilu Bersih Kota Batam, yang memimpin operasi tersebut, menyatakan akan mendalami peran dan keterlibatan oknum tersebut dalam kasus ini.
“Kami menemukan adanya kehadiran seorang anggota dewan di lokasi yang kami curigai digunakan untuk aktivitas politik uang. Ini menjadi perhatian serius karena posisi sebagai anggota DPRD seharusnya menjaga integritas, bukan justru terlibat dalam pelanggaran,” ujar Tino Sukirno, anggota Satgas Pemilu Bersih.
Menurut keterangan, kantor tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan uang yang kemudian didistribusikan oleh dua wanita yang ditangkap di lokasi. Penangkapan ini semakin memperkuat dugaan adanya operasi terorganisir yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk oknum dari kalangan legislatif.
Publik kini menanti sikap tegas dari pihak berwenang, terutama dalam menyelidiki dan mengungkap peran anggota DPRD tersebut. Jika terbukti terlibat, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi lembaga legislatif yang seharusnya menjadi contoh dalam menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu mengatakan, beberapa orang yang diduga terlibat serangan fajar telah diamankan ke Bawaslu Batam, termasuk soal keterlibatan anggota DPRD Kota Batam Anang.
Namun Heribertus mengatakan, dugaan itu belum dapat dipastikan, karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Bawaslu Kota Batam dan Petugas Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Batam.
"Ada dua perempuan yang mereka amankan. Proses sudah berjalan di Bawaslu dan di Gakumdu. Tapi kita dia bisa asal mengakatan kalau mereka melakukan serangan fajar sebelum adanya penyelidikan," kata dia.
Pihaknya juga telah menyiapkan, sejumlah personel untuk berjaga di sekitar ruko. Disinggung soal, dua wanita yang diduga mengambil uang di ruko tersebut pihaknya tak memberikan informasi.
"Kita belum tahu. Karena tidak boleh sembarangan biarkan nanti Bawaslu yang melakukan pemeriksaan. Nanti fakta itu akan disampaikan oleh Gakumdu," kata dia

Komentar Via Facebook :