Tim Nadi Kritik Pembatalan Debat Kedua Pilwako Batam: Bagai Timnas Vs Bahrain, Wasitnya KPU!

Tim Nadi Kritik Pembatalan Debat Kedua Pilwako Batam: Bagai Timnas Vs Bahrain, Wasitnya KPU!

Pembatalan debat kedua Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam yang berlangsung di Hotel Crowd Bista pada Jumat, 15 November 2024 lalu, menuai kritik dari tim pemenangan pasangan nomor urut 01 Nuryanto - Hardi S Hood. 

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Pembatalan debat kedua Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam yang berlangsung di Hotel Crowd Bista pada Jumat, 15 November 2024 lalu, menuai kritik dari tim pemenangan pasangan nomor urut 01 Nuryanto - Hardi S Hood. 

Melalui juru bicaranya, Riki Indrakari, tim Nadi menyamakan situasi pembatalan debat ini dengan pertandingan Timnas Indonesia melawan Bahrain, dengan KPU berperan sebagai wasit.

"Kami hadir pukul 13.45 WIB, 15 menit lebih awal dari jadwal. Namun, saya melihat paslon 02 baru tiba hampir pukul 15.00 WIB. Dari awal, saya sudah melihat adanya upaya mengulur waktu," ungkap Riki Indrakari, Selasa, 19 November 2024.

Baca juga: Debat Publik Putaran Kedua Pilkada Batam Batal, Belum Jelas Apakah Dilanjutkan atau Tidak

Riki mengaku telah menyampaikan kekhawatirannya kepada Ketua KPU terkait pertanggungjawaban keuangan acara tersebut. "Kami sebagai paslon sudah bersedia maju walaupun itu hanya sekadar penyampaian visi misi," tegasnya.

Jubir Nadi ini juga mengkritisi sikap paslon 02 yang dinilai tidak menghormati jadwal yang telah ditetapkan. "Ini terbaca di kronologis, seperti laga Timnas Indonesia melawan Bahrain. Dan wasitnya kebetulan KPU seperti itu," sindirnya.

Riki menambahkan bahwa terjadi kejadian yang menurutnya mencerminkan ketidakjujuran saat acara telah dinyatakan ditutup. 

Baca juga: Tim Nadi Ambil Langkah Hukum terhadap Penyebar Hoaks Debat Pilwako Batam

"Nah ini juga permainan mereka. Begitu acara sudah ditutup, mereka justru masuk ke dalam ruangan. Karena sudah merasa ditutup, kami pun keluar," jelasnya.

"Mereka membangun framing seolah-olah mereka yang bertahan. Ini betul-betul sebuah kelicikan. Bagaimana mau memimpin Batam dengan cara seperti ini?" tambah Riki dengan nada kecewa.

Sebagai penutup, Riki menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran terhadap demokrasi adalah suatu kesalahan yang tidak bisa dibenarkan. Debat kedua Pilwako Batam ini seharusnya menjadi ajang penyampaian visi dan misi para kandidat kepada masyarakat Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :