Kemenkeu Bersama BI, OJK, dan LPS Gelar Like-It! 2024, Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial
Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar acara "Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like-It!) 2024" pada Kamis, 6 November 2024 di Jakarta.
Batam, Batamnews - Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar acara "Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like-It!) 2024" pada Kamis, 6 November 2024 di Jakarta. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan edukasi dan literasi keuangan yang telah berlangsung sejak September 2024.
Like-It! yang diinisiasi sejak tahun 2021 merupakan program unggulan Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPK). Program ini mengusung tema "Generasi Muda Indonesia Cerdas Berwirausaha dan Berinvestasi" dengan fokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan generasi muda dalam berinvestasi dan mengelola keuangan.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menekankan peran krusial generasi muda dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Baca juga: INFOGRAFIS: Bank Indonesia Luncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di Kepulauan Riau
"Dengan literasi keuangan yang baik, mereka dapat mengambil keputusan investasi yang cerdas dan mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik," ujarnya.
Data demografis yang disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Lana Soelistianingsih, menunjukkan dominasi generasi muda dalam komposisi penduduk Indonesia, dengan generasi Z mencapai 28% dan generasi milenial 24% dari total penduduk. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 mengungkapkan Indeks Literasi Keuangan masyarakat Indonesia masih berada di level 65,4%, dengan indeks inklusi keuangan di level 75%.
Mirza Adityaswara, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, menyoroti pentingnya pemahaman terhadap instrumen investasi dan risikonya. "Investasi itu bisa untung bisa rugi, jadi harus paham tentang itu," tegasnya. OJK juga aktif mengawasi perkembangan platform peer-to-peer (P2P) lending yang semakin populer di kalangan generasi muda.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengusulkan pendekatan 3C (Cerdas, Cermat, dan Cuan) dalam perencanaan keuangan.
Baca juga: Bank Indonesia Luncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di Kepulauan Riau
"Ini berarti memahami instrumen investasi dengan baik, melakukan riset dan analisis dengan cermat, serta menargetkan keuntungan yang optimal," jelasnya.
Program Like-It! 2024 mengadopsi pendekatan digital dalam penyampaian materi edukasi, termasuk melalui webinar, media sosial, dan platform pembelajaran online, menyesuaikan dengan karakteristik generasi muda yang terbiasa dengan teknologi digital.
Dalam upaya melindungi investor muda, OJK terus menerbitkan aturan dan regulasi terkait tata kelola dan manajemen risiko di industri jasa keuangan. Fokus khusus diberikan pada pengawasan platform P2P lending untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan aman bagi para investor pemula.

Komentar Via Facebook :