Nuryanto Hadapi `Cecaran` Mahasiswa Unrika Soal UMK Batam 2024
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Nuryanto dan Hardi Selamat Hood (NADI) menghadapi sejumlah pertanyaan kritis dari mahasiswa Universitas Kepulauan Riau (Unrika) Batam dalam acara "Cecar Calon Wali Kota Batam" pada Rabu, 6 November 2024 malam. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Nuryanto dan Hardi Selamat Hood (NADI) menghadapi sejumlah pertanyaan kritis dari mahasiswa Universitas Kepulauan Riau (Unrika) Batam dalam acara "Cecar Calon Wali Kota Batam" pada Rabu, 6 November 2024 malam.
Acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unrika Batam ini merupakan bagian dari program edukasi politik kepada mahasiswa. Ketua BEM Unrika Batam, Muryadi Aguspriawan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan calon pemimpin memiliki solusi konkret atas berbagai persoalan di Kota Batam.
"Pemilihan kepala daerah bukan hanya persoalan partai politik, tapi juga urusan masyarakat. Salah satu tanggung jawab partai politik adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk mahasiswa," ujar Muryadi.
Dalam sesi dialog tersebut, isu pengupahan menjadi sorotan utama, terutama setelah keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengupahan. Salah satu pertanyaan kritis datang dari mahasiswa semester akhir, Candra Tarigan, yang mempertanyakan strategi mengatasi persoalan upah tanpa harus melalui demonstrasi buruh.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Nuryanto yang akrab disapa Cak Nur berbagi pengalamannya selama menjabat sebagai anggota DPRD. Ia mengakui bahwa selama ini pihak legislatif hanya berperan sebagai "penonton" dalam polemik pengupahan, dengan kewenangan terbatas pada pemberian rekomendasi.
"Ya kita DPRD hanya bisa merekomendasikan, namun kebijakan sepenuhnya ada di tangan eksekutif," ungkapnya.
Nuryanto menekankan pentingnya peran proaktif pemerintah dalam mengundang seluruh pihak terkait untuk berdialog dan mencari solusi bersama berdasarkan data dan fakta. Ia menambahkan bahwa selama ini undangan pemerintah untuk membicarakan masalah pengupahan seringkali diabaikan.
Baca juga: Nuryanto-Hardi Hood Resmi Raih Nomor Urut 1 di Pilwako Batam 2024, Optimis Menang
"Jika pemerintah tidak tegas mengatur, maka masalah akan terus berlanjut," tegasnya.
Calon Wali Kota Batam ini juga menyoroti pentingnya ketegasan pemimpin dalam mengawal proses pengupahan sesuai peraturan yang berlaku. "Pemimpin harus berani mengambil sikap tegas dalam mengawal proses pengupahan yang telah diatur oleh peraturan yang berlaku. Jika pemerintah tidak dihormati, trus siapa lagi?" pungkasnya.
Acara dialog ini merupakan bagian dari rangkaian diskusi dengan para calon Wali Kota Batam 2024. Untuk pekan mendatang, pasangan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra (ASLI) dijadwalkan akan menghadiri dialog serupa dengan mahasiswa dan seluruh elemen kampus Unrika Batam.

Komentar Via Facebook :