Update Perang Timur Tengah: Dua Tentara Iran Tewas dalam Serangan Udara Israel

Update Perang Timur Tengah: Dua Tentara Iran Tewas dalam Serangan Udara Israel

Tangkapan layar video serangan udara di Israel.

Nurjali

Batam, Batamnews - Tentara Iran mengonfirmasi bahwa dua prajuritnya tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan basis militer, setelah Israel menyatakan telah "menyelesaikan" serangannya dan memperingatkan agar tidak ada tindakan balasan. 

Serangan oleh tentara Israel terjadi setelah pukul 2 pagi pada hari Sabtu (22:30 GMT pada hari Jumat) sebagai respons terhadap serangkaian serangan yang diklaim dilakukan oleh "Iran dan proksinya" di wilayah tersebut selama berbulan-bulan. 

Beberapa jam setelahnya, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah "menyelesaikan" serangan tersebut dan "mencapai tujuannya".

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa negara tersebut "berhak dan berkewajiban untuk membela diri terhadap tindakan agresi eksternal" setelah serangan yang terjadi di wilayahnya. 

Baca juga: Daftar 4 Negara yang Berbatasan Langsung dengan Israel, Satu Diantaranya Cegat Rudal Iran

Kepala pertahanan udara Iran dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa basis-basis di provinsi Ilam, Khuzestan, dan Tehran telah diserang, namun serangan tersebut berhasil "dihadapi dengan baik". 

"Walaupun ada kerusakan kecil di beberapa area, sejauh mana insiden ini masih dalam penyelidikan," tambahnya. 

Iran juga menegaskan kesiapannya untuk merespons setiap "agresi" dari Israel, menurut laporan dari kantor berita semi-resmi Tasnim.

Al Jazeera melaporkan dari Tehran bahwa meskipun Israel menyerang beberapa lokasi di Iran, termasuk utara, timur, dan selatan, fokus utama serangan adalah ibu kota Iran. 

“Serangan ini terutama ditujukan pada sistem pertahanan udara Iran, basis rudal, dan fasilitas drone,” kata jurnalis tersebut.

Saat ini, pejabat Iran tidak melaporkan adanya korban jiwa dan menegaskan bahwa sistem pertahanan udaranya yang terintegrasi dan multi-lapisan telah berfungsi dengan baik, menggambarkan situasi sebagai sebuah keberhasilan. 

Sementara itu, Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAO) menyatakan bahwa penerbangan di seluruh negara telah kembali normal, dengan tidak ada serangan yang terjadi di Bandara Internasional Imam Khomeini di Tehran maupun bandara lainnya.

Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, dalam pernyataan videonya mengatakan, “Rezim di Iran dan proksinya di wilayah tersebut telah terus-menerus menyerang Israel sejak 7 Oktober… termasuk serangan langsung dari tanah Iran.” Ia menegaskan bahwa Israel "memiliki hak dan kewajiban untuk merespons".

Tanggapan Israel ini sudah lama diantisipasi setelah Iran meluncurkan serangan rudal sebelumnya di bulan Oktober, di mana sekitar 200 rudal ditembakkan ke Israel dan menewaskan satu orang di Tepi Barat yang diduduki. 

Iran mengklaim bahwa serangan tersebut sebagai balasan atas serangan yang menewaskan pemimpin kelompok Hezbollah Lebanon, kelompok Hamas, dan militer Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Setelah serangan Israel, Amerika Serikat mendesak Iran untuk menghentikan serangannya terhadap Israel guna memutus siklus kekerasan. 

“Kami mendesak Iran untuk menghentikan serangannya terhadap Israel agar siklus pertempuran ini dapat berakhir tanpa eskalasi lebih lanjut,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Sean Savett.

Baca juga: Shigeru Ishiba Terpilih Sebagai Pemimpin Baru LDP Jepang, Siap Menjadi Perdana Menteri ke-65

Beberapa negara mengecam serangan tersebut dan menyerukan untuk menahan diri. Analis Abas Aslani menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Israel mengakui melakukan serangan langsung ke Iran, dengan Tehran meremehkan dampaknya dan Israel melebih-lebihkan pencapaiannya.

Ketegangan antara Israel dan Iran semakin meningkat setelah serangan yang dipimpin Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Sejak saat itu, setidaknya 42.847 orang telah tewas dan 100.544 lainnya terluka dalam perang Israel melawan Gaza. 

Kekhawatiran bahwa Iran dan AS akan terlibat dalam perang regional semakin meningkat dengan intensifikasi serangan Israel terhadap Hezbollah sejak bulan lalu, termasuk serangan udara di ibu kota Lebanon, Beirut, dan operasi darat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :