Wartawan Radar Kepri Diancam Sekwan Lingga Terkait Berita Dugaan Keterlibatan Istri Bupati di Proyek Pengadaan Bonsai
Ilustrasi
Tanjungpinang, Batamnews — Seorang wartawan dari Radar Kepri, Aliasar, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat ancaman serius dan nyaris mengalami kekerasan fisik dari Sekretaris DPRD Kabupaten Lingga, Safarudin, yang juga merupakan suami Ketua DPRD Kabupaten Lingga.
Insiden ini diduga terkait dengan pemberitaan dugaan keterlibatan istri Bupati Lingga dalam proyek pengadaan bonsai.
Menurut penuturan Aliassar, peristiwa terjadi di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara. Awalnya, Safarudin, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkim dan diduga terlibat dalam proyek tersebut, bersama dengan Kabag Prokopimda Widi serta beberapa orang lainnya, datang ke lokasi kejadian dengan membawa minuman beralkohol.
Beberapa jam kemudian, salah seorang teman Safarudin memanggil Aliassar untuk datang ke lokasi.
Setelah itu, salah seorang kawan Safarudin, yang bernama Ruslan, mendatangi Aliassar dan menyatakan bahwa berita yang memuat tentang Sekwan dan Bupati tidak menjadi masalah.
Namun, ia memperingatkan agar tidak melibatkan istri Bupati dalam pemberitaan, karena menurutnya, banyak pihak yang tidak senang.
"Kalau Sekwan dan Bupati abang beritakan itu tidak ada masalah. Namun ketika istri bupati abang beritakan, kawan-kawan banyak yang marah. Karena istri bupati itu tidak tahu apa-apa," ujar Aliasar, menirukan perkataan Ruslan.
Situasi semakin memanas ketika Safarudin tiba-tiba muncul dengan wajah marah, membawa dua botol yang kemudian dipecahkannya di hadapan Aliassar.
Sambil mengucapkan kata-kata yang tidak pantas bagi seorang pejabat, Safarudin bahkan mengajak Aliassar untuk beradu fisik. Beruntung, meskipun situasi memanas, tidak terjadi kekerasan fisik karena teman-teman Safarudin berhasil membawanya pergi.
Aliassar mengaku belum melaporkan ancaman tersebut ke pihak berwajib, karena merasa ragu akan ada tindak lanjut yang memadai di tingkat daerah.
Baca juga: Dugaan Keterlibatan Istri Bupati dan Suami Ketua DPRD Lingga dalam Korupsi Pengadaan Bonsai
"Saya tidak mau melaporkan kejadian ini walaupun saya diancam. Kemana saya mau melapor? Kalau hanya di Lingga ini, sangat diragukan kasus ini ditanggapi," katanya.
Meski begitu, Aliassar menegaskan akan tetap bekerja secara profesional. Ia berencana untuk menyerahkan data terkait dugaan korupsi proyek pengadaan bonsai di Lingga ke Kejati Kepri, serta menggandeng beberapa organisasi masyarakat dan LSM dalam proses pengawalan kasus ini.
Kasus ancaman terhadap jurnalis ini mendapat sorotan serius, mengingat pentingnya kebebasan pers dan tugas media dalam mengungkap dugaan praktik korupsi di pemerintahan.
Komentar Via Facebook :