Ini Daftar Orang yang Paling Takut Alias Wello Jadi Bupati Lingga
Tokoh masyarakat Senayang Awang Sukowati saat menemui Alias Wello.
Tanjungpinang, Batamnews – Keberhasilan Bupati Lingga Periode 2016 - 2020, Alias Wello menghapus anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga, menjadi momok yang menakutkan bagi sejumlah anggota DPRD Lingga Periode 2024 – 2029.
Bagaimana tidak, anggaran Pokir yang selama ini menjadi sumber pendapatan anggota DPRD Lingga selain gaji, perjalanan dinas dan tunjangan lainnya, terancam hilang jika pasangan Alias Wello – Muhammad Ishak terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lingga pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
Selain anggota DPRD, sejumlah pejabat malas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga juga tidak menghendaki pasangan Alias Wello – Muhammad Ishak terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lingga.
Pada masa pemerintahannya, Alias Wello dikenal sebagai pejabat yang disiplin dan gila kerja.
“Kalau ditanya, siapa yang paling takut kalau Alias Wello jadi Bupati, ya anggota DPRD Lingga dan para pejabat malas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga. Pada waktu pak Alias Wello jadi Bupati Lingga, mana ada anggaran Pokir,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Lingga, Awang Sukowati, Jumat, 25 Oktober 2024, di Tanjungpinang.
Menurut Awang, pada masa pemerintahan Alias Wello tak ada pejabat yang berani bekerja malas-malasan. Bahkan, tak jarang Alias Wello memimpin rapat tengah malam di kantor Bupati Lingga dan Gedung Daerah di Daik dan Dabo Singkep.
“Ya, kalau daerah mau maju, pejabatnya harus tegas dan berani mengambil resiko. Alias Wello tidak anti Pokir, tapi Pokir yang betul-betul lahir dari pemikiran masyarakat. Bukan Pokir yang dibuat anggota dewan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Sehingga APBD kita betul-betul tepat sasaran,” katanya.
Baca juga: Inilah Tugas Para Menteri di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
Sebagaimana diketahui, pada masa pemerintahan Alias Wello sebagai Bupati Lingga, anggaran Pokir anggota DPRD Lingga dihapus. Namun, setelah tak menjabat lagi, anggaran Pokir anggota DPRD Lingga dimunculkan lagi oleh Bupati penggantinya, Muhammad Nizar.
Pada periode tahun yang lalu, informasi yang di peroleh dari mantan anggota DPRD Kabupaten Lingga, jatah dana Pokir untuk Badan anggaran nilainya mencapai 1,2 milyar, dan untuk non Banggar atau anggota biasa itu 800 juta, setelah dipotong konsultan maka nilainya menjadi 600 juta per anggota DPRD.

Komentar Via Facebook :