Perum Bulog Natuna Pastikan Pasokan Beras SPHP Kembali Normal November 2024, Masyarakat Diminta Tidak Khawatir
Kantor Perum Bulog Cabang Natuna di Jl. Soekarno-Hatta, Ranai Kota, Kec. Bunguran Timur.
Natuna, Batamnews - Masyarakat Kabupaten Natuna sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras Bulog Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi dari pemerintah di pasaran.
Beras Bulog SPHP adalah program pemerintah yang dijalankan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 55 ayat (1).
Program ini bertujuan melindungi daya beli dan keterjangkauan harga pangan bagi konsumen, terutama membantu masyarakat menengah ke bawah meringankan beban ekonomi.
Namun, saat ini di Kabupaten Natuna, proses pendistribusian beras Bulog SPHP mengalami penurunan karena belum sampainya pengiriman dari Jakarta ke Natuna.
Baca juga: Harga Cabai Merah Keriting di Natuna Turun Drastis, Warga Senang Bisa Hemat
Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Natuna, Delly Bayu Putra, saat dikonfirmasi oleh Batamnews pada Kamis, 24 Oktober 2024, menjelaskan bahwa stok beras Bulog SPHP yang ada di gudang saat ini semakin menipis, sehingga distribusi tidak bisa dilakukan secara maksimal.
Delly mengimbau masyarakat dan para pedagang untuk tidak berspekulasi berlebihan terkait terbatasnya pasokan beras Bulog yang ada di pasaran saat ini.
"Memang kita akui saat ini stok beras kita sangat terbatas, dan untuk pengambilan beras bagi para agen yang sudah bermitra dengan Bulog, yang awalnya seminggu bisa ambil 1 ton kini mungkin kita batasi menjadi setengah ton saja dulu," ujar Delly.
Ia juga menambahkan bahwa beras Bulog yang ada di gudang saat ini selain untuk stok beras SPHP, juga disediakan sebagai cadangan pangan daerah dan bantuan sosial.
"Penyaluran beras SPHP tetap kami lakukan, namun tidak sebanyak biasanya. Karena di Natuna ini ada ratusan agen yang terdaftar sebagai mitra Bulog," imbuhnya.
Delly memastikan bahwa masyarakat Natuna tidak perlu khawatir karena pada bulan November dan Desember, ketersediaan beras Bulog SPHP akan kembali normal.
Baca juga: KPU Natuna Tambah TPS untuk Pilkada 2024, Pastikan Kemudahan Akses bagi Pemilih Terpencil
Ia menjelaskan bahwa alur pengiriman beras dimulai dari pengiriman menggunakan kontainer dari Jakarta menuju Tanjung Pinang.
Setelah itu, beras akan disimpan di gudang Bulog di Tanjung Pinang dan kemudian didistribusikan ke seluruh Perum Bulog yang ada di Kepulauan Riau, termasuk di Kabupaten Natuna.
"Oleh karena itu, kami berharap masyarakat tidak berspekulasi yang berlebihan. Kami pastikan penyaluran beras Bulog SPHP, meskipun saat ini terbatas, tetap dilakukan hanya dalam kuota yang terbatas," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :